counter

BJ Habibie Wafat - Cucu Warga Condet diberi nama Habibie

BJ Habibie Wafat - Cucu Warga Condet diberi nama Habibie

Warga mengabadikan momen pemakaman Presiden ketiga RI BJ Habibie di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Cucu saya namanya Muhammad Habibie usianya sekarang enam tahun
Jakarta (ANTARA) - Banyak warga mengidolakan Presiden ketiga RI BJ Habibie karena kecerdasannya begitu juga dengan Hajah Yati (54) warga Condet, Jakarta Timur, yang menamai cucunya dengan nama Habibie.

Yati saat ditemui di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Kamis, mengatakan sudah berniat ketika punya cucu akan diberi nama Habibie.

"Cucu saya namanya Muhammad Habibie usianya sekarang enam tahun," kata Yati.

Yati mengatakan sudah mengindolakannya sejak Habibie jadi presiden. Bagi dia, sosok Habibie sebagai orang Indonesia yang cerdas dan disegani dunia.

Baca juga: BJ Habibie sosok inspiratif di mata generasi muda

Kecerdasan Habibie, lanjut dia, membuktikan kepada dunia dan juga generasi muda bahwa orang Indonesia juga ada yang jenius dan bisa membuat pesawat terbang.

"Saya sering bilang ke cucu, nama kamu sama dengan nama Presiden Indonesia orangnya pintar bisa buat pesawat," kata Yati.

"Cucu saya lalu jawab, oh ya nek, nanti Habibie juga mau buat pesawat terbang," kata Yati meniru ucapan cucunya.

Untuk kedua kalinya Yati mendatangi Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, kali pertama pada 2010 pada saat ibu Hasri Ainun Habibie wafat.

Saat itu, kata Yati, dia bisa masuk ke TMPNU Kalibata untuk melihat langsung prosesi pemakaman Ainun Habibie.

Baca juga: Masyarakat Sulsel shalat ghaib buat Habibie

"Jarak saya dengan pak Habibie bersebelahan, saya disangka keluarga. Saya lihat pak Habibie nangis waktu ibu Ainun meninggal, sempat tumbang, saya ikutan nahan badannya," kata Yati mengenang pengalaman pertamanya berjumpa Habibie.

Kali kedua Yati bertemu Habibie setelah sang idola wafat. Yati berdua dengan suaminya sengaja mendatangi rumah duka untuk takziah.

Yati mengatakan itu pertama kalinya dia ke rumah Habibie, melihat isi rumahnya dan ikut menyolatkan.

"Saya nekad aja ingin melihat pak Habibie untuk terakhir kalinya. Saya ajak suami minta diantarkan, kapan lagi kita bisa masuk rumah presiden kalau bukan pas dia meninggal, emang kalau presiden nikahin anaknya kita diundang, siapa kita? Momen ini saya beranikan datang ke rumah Presiden Habibie," ujarnya.

Tidak hanya bertakziah, Yati dan suami pun berkeliling melihat-lihat isi rumah Presiden Habibie, mengunjungi perpustakaan dan ruang persemayaman jenazah.

Baca juga: Prestasi Habibie - Habibie dan cita-cita mobil nasional "Maleo"

Usai bertakziah di Patra Kuningan, Yati lanjut mendatangi TMPNU Kalibata untuk menyaksikan pemakaman, tapi sayang dia datang terlambat sehingga tidak bisa masuk ke dalam makam pahlawan.

"Saya hanya bisa menyaksikan dari luar gerbang, walau tidak bisa melihat dari dekat saya selalu mendoakan. Sampai saat ini saya juga masih mendoakan Bu Ainun. Mereka orang-orang baik, inspirasi kita semua," kata Yati.
 

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar