counter

IPO saham Bhakti Agung "oversubscribed" 9,7 kali

IPO saham Bhakti Agung "oversubscribed" 9,7 kali

PT Bhakti Agung Propertindo Tbk (kode emiten BAPI) segera melantai di Bursa Efek Indonesia. ANTARA/Dokumentasi

Total saham yang dilepas perusahaan properti ini melalui IPO mencapai 1,6 miliar
Jakarta (ANTARA) - Animo investor membeli saham perdana PT Bhakti Agung Propertindo Tbk (BAPI) yang bergerak di bidang pengembangan properti sangat tinggi, yang terlihat dari penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) pada 3-9 September 2019 mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 9,7 kali.

Direktur NH Korindo Sekuritas, penjamin emisi (underwriter) efek IPO Bhakti Agung, Amir Suhendro Samirin menjelaskan, jumlah saham yang ditawarkan ke publik selama IPO mencapai 16 juta, sedangkan permintaan yang masuk mencapai 156 juta.

"Adapun total saham yang dilepas perusahaan properti ini melalui IPO mencapai 1,6 miliar atau 30 persen dari total saham, sehingga dana yang diraup perseroan mencapai Rp251 miliar," kata Amir di Jakarta, Kamis.

Perseroan juga akan menerbitkan 1,3 miliar waran seri I dengan rasionya adalah  pemegang 100 saham mendapatkan 80 waran. Pencatatan (listing) saham BAPI di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan berlangsung Senin, 16 September 2019.

Untuk penjamin emisi IPO BAPI, telah ditunjuk selain NH Korindo juga PT MNC Sekuritas.

Menurut Amir, investor memburu saham BAPI karena memiliki proyek di lokasi strategis, yakni Ciledug, Tangerang, Banten. Wilayah ini terhubung dengan jalur Trans Jakarta dan sangat dekat dengan Jalan Tol JORR, Bintaro, dan Stasiun KA Sudimara.

Senada dengan Amir, Sekretaris Perusahaan Bhakti Agung Agri Rahardiyan menambahkan, animo investor terhadap saham BAPI sangat positif. Sesuai prospektus, perseroan akan menggunakan 20 persen dana hasil IPO untuk membayar utang dan 80 persen untuk modal kerja demi menyelesaikan konstruksi apartemen, hotel, dan pembangunan Stikes.

Baca juga: Manajer investasi selektif berinvestasi pada saham yang baru IPO
Baca juga: Empat perusahaan bareng melantai di pasar modal
Baca juga: Pengembang Green Cleosa rencanakan IPO pada Agustus 2019

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar