Pokja ADEM-ADIK sosialisasikan ke peserta program kondisi Papua

Pokja ADEM-ADIK sosialisasikan ke peserta program kondisi Papua

Puluhan siswa-siswi asli Papua foto bersama Kasdim 1708 Biak Mayor Inf Dhuwi Hendra Djaya dan panitia Afirmasi Adem Kemdikbud seusai pembekalan wawasan kebangsaan di Biak, Selasa (12/7). (ANTARA/Muhsidin)

kami datang ke kota-kota studi untuk mensosialisasikan kepada mahasiswa dan pelajar agar tidak pulang ke Papua
Jayapura (ANTARA) - Kelompok Kerja (Pokja) program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dan Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) Dinas Pendidikan Provinsi Papua terus mensosialisasikan kondisi Bumi Cenderawasih pascarusuh di Jayapura.

Koordinator Pokja ADEM-ADIK Dinas Pendidikan Provinsi Papua Laurens Wantik kepada Antara di Jayapura, Kamis (12/9) mengatakan pihaknya kini tengah berada di Jakarta untuk mensosialisasikan mengenai kondisi Bumi Cenderawasih.

Baca juga: Disdik imbau pelajar- mahasiswa Papua program ADEM-ADIK tidak pulang

Baca juga: 500 beasiswa Adem disiapkan untuk Papua Barat


"Sengaja kami datang ke kota-kota studi untuk mensosialisasikan kepada mahasiswa dan pelajar agar tidak pulang ke Papua," katanya.

Menurut Laurens, sebelum di Jakarta, pihaknya sudah mensosialisasikan hal tersebut ke kota studi di Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur yakni Malang dan Kediri.

"Selanjutnya, kami akan mensosialisasikan ke kota studi di Jawa Barat lalu ke Bali," ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Provinsi Papua mengimbau mahasiswa serta pelajar program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dan Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) tidak diperkenankan pulang dengan alasan solidaritas untuk melakukan reaksi-reaksi di Bumi Cenderawasih.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Papua Elias Wonda mengatakan hal ini untuk menindaklanjuti imbauan gubernur dan Ketua MRP tentang penanganan para siswa dan mahasiswa seluruh kota studi di luar Bumi Cenderawasih usai kejadian di asrama mahasiswa Surabaya dan tempat lainnya.

"Jika pulang ke Papua sudah tentu akan merugikan diri sendiri dan keluarga yang sudah pasti mempunyai harapan besar pendidikan masa depan anaknya untuk membangun Tanah Papua menuju kemandirian serta kesejahteraan," katanya.
 

Pewarta: Hendrina Dian Kandipi
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar