Pimpinan KPK yang baru - Fahri beri pesan kepada pimpinan KPK terpilih

Pimpinan KPK yang baru - Fahri beri pesan kepada pimpinan KPK terpilih

Anggota Komisi III DPR memotret papan penghitungan suara calon Pimpinan KPK di Komisi III, komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/9/2019). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc. (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyampaikan pesan kepada pimpinan KPK yang baru terpilih dan pegawai KPK bahwa kerja besar pemberantasan korupsi telah menunggu.

 "Selamat kepada Pimpinan KPK yang baru. Kerja besar menunggu. Kembali pada pangkuan Ibu Pertiwi, kembali pada konstitusi dan hukum. Hentikan segala kegiatan politik dan penggalangan intelijen. Bekerjalah sistematis dengan penguatan koordinasi, Supervisi dan Monitoring. Sukses," kata Fahri Hamzah melalui akun twitternya, #ArahBaru2019@Fahrihamzah, pada Jumat pagi.

Baca juga: Komisi III sepakati Firli Bahuri jadi Ketua KPK

Baca juga: Capim KPK Firli klarifikasi terkait pertemuan dengan TGB

Baca juga: Capim Firli ingin KPK fokus kembalikan kerugian negara

Baca juga: Pimpinan KPK yang baru, Firli miliki kekayaan Rp18,2 miliar


Fahri Hamzah mengatakan hal itu menyikapi terpilihnya lima orang pimpinan KPK periode 2019-2023, setelah sebelumnya menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI, pada 11-12 September 2019.

Melalui cuitan di akun twitternya, Fahri Hamzah juga menyampaikan usulan kepada pimpinan KPK yang sekarang segera demisioner. "Pegawai KPK harus kembali bekerja profesional. Hentikan demonstrasi. Renungkan kembali makna bekerja untuk negara. Kalian bukan LSM. Konsepnya beda. Tapi yang mau kembali LSM silahkan mengundurkan diri hari ini juga," katanya.

Menurut Fahri pada akun twitternya, sebagai lembaga independen, KPK harus dibersihkan dari kerja politik. Atas nama apapun. Politik hukum KPK adalah politik hukum negara yang diamanahkan konstitusi sebagai "negara hukum yang demokratis". Mari kita beri kepercayaan pada pimpinan baru sambil kita awasi.

Fahri juga menyatakan, negara harus kembali normal, UU darurat tidak boleh diberi ruang kembali. Suasana perang hentikan! Ini masa bersatu, konsolidasikan kekuatan untuk membangun negara yang damai dan tenang. Kalau ada perbedaan pendapat antar-lembaga selesaikan dengan koordinasi bukan demonstrasi.

"Semua Kedaruratan yang dibuat sepihak oleh negara biasanya bikin ribut sendiri. Sebab ada aliran uang untuk bikin keributan. Sudahlah, negara harus terkonsolidasi. Hormati kerja masing-masing jangan menebar perasaan tidak tenang sehingga negara lamban dan tidak berani ambil keputusan," katanya pada akun twitternya.

Menurut dia, tantangan besar menghadang kita. Ke depan, KPK dengan fungsi supernya yang tidak hilang harus mengutamakan kerja konsolidasi, supervisi, dan monitoring. "Jangan percaya bahwa korupsi di Indonesia tidak bisa dihentikan. Itu bohong dan omong kosong. Tertibkan itu!" katanya.

"Negara kita negara yang didirikan oleh orang-orang hebat, para pejuang, ulama dan cendikiawan kelas dunia. Lebih jauh, negara ini warisan yang tiada tara, Karunia Allah yang maha kuasa. Jangan rendah diri dan jangan terus merasa kalah. Lawan segala perasan tidak mampu," katanya.

Fahri dalam cuitannya juga menyebut, komisioner KPK itu adalah "wakil presiden ke-2". Ini kesimpulan saya. Kuat sekali mereka. Aksesnya ke semua lembaga. Maka, duduklah bersama, semua lembaga; eksekutif, legislatif, yudikatif. Bikinlah Sistem Integritas Nasional yang kuat. Semua orang ingin jadi orang baik.

"Bergaullah secara fleksibel. Jangan sok suci mentang-mentang bisa nyadap dan mengetahui dosa-dosa tersembunyi. Hentikan kegiatan bawah tanah itu! Itu dosa besar. Hadapilah bangsamu dengan senyum. Percayalah manusia sama saja. (yang bersifat) Iblis sedikit, (yang bersifat) malaikat sedikit. Manusia yang banyak," katanya.

Inilah pesanku kepada pimpinan KPK yang baru dan kepada pegawai KPK. Pegawai KPK berbanggalah kalian bekerja di tempat itu. Selamat bekerja KPK, semoga Allah melindungi kalian dan semoga Allah menjayakan bangsa INDONESIA. Mari maju ke depan. Hadapi tantangan zaman. Merdeka! @Fahrihamzah 13/9/2019.

Pewarta: Riza Harahap
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Terkait rangkap jabatan, Wapres minta pimpinan KPK patuhi UU

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar