Kabut asap makin pekat, Dinkes Pekanbaru distribusikan 130.000 masker

Kabut asap makin pekat, Dinkes Pekanbaru distribusikan 130.000 masker

IDI Pekanbaru Bagikan Masker Sejumlah dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Pekanbaru membagikan masker pelindung pernapasan kepada pengguna jalan raya di Pekanbaru, Riau, Kamis (1/10). Dalam kesempatan ini Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Pekanbaru juga memperlihatkan cara pemakaian dan standarasisasi masker bagi polusi asap. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)

Kota Pekanbaru (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Provinsi Riau telah mendistribusikan sebanyak 130 ribu masker kepada masyarakat untuk melindungi warga agar tidak terpapar kabut asap yang kini makin pekat.

"Kabut asap yang makin pekat banyak mengandung partikel berbahaya bagi kesehatan yang bisa memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma, penyakit jantung, iritasi kulit dan iritasi mata," kata Maisel Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Pekanbaru, di Pekanbaru, Jumat.

Menurut Maisel, berdasarkan data dari 21 Puskesmas di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau periode 2-13 September 2019 tercatat 1.520 warga terkena ISPA.

Selain dari 1.520 korban yang menderita ISPA itu, ada warga yang terjangkit penyakit lain, seperti sesak napas, iritasi kulit, diare, batuk, dan gangguan lain seperti pusing, sakit perut, dan muntah.

"Untuk yang terjangkit penyakit lain itu seperti iritasi mata 29 orang, iritasi kulit 26 orang, diare atau muntah 98 orang dan ganguan lain seperti pusing atau sakit perut itu ada 122 orang", kata Maisel.

Selain itu ada juga korban yang terkena ISPA Ponemonia. ISPA Ponemonia merupakan gejala sesak napas yang ditandai oleh jika menarik napas ada bunyi dan juga denyut napasnya lebih cepat. Total jumlah korban yang terkena ISPA Ponemonia 29 orang.

Ia menyebutkan, ISPA merupakan infeksi yang menyerang komponen saluran pernafasan bagian atas.

"Bagian tubuh yang terkena meliputi hidung, sinus, faring, dan laring. Bagian sistem pernapasan tersebut akan mengarahkan udara yang kita hirup dari luar ke trakea dan akhirnya sampai ke paru-paru di mana respirasi berlangsung," katanya.

Kabut asap semakin memburuk mengakibatkan Puskesmas yang ada di Kota Pekanbaru, Riau membuka posko-posko untuk korban yang terkena dampak kabut asap, sedangkan masyarakat yang berobat gratis, karena Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Provinsi Riau telah siap menyediakan obat-obatan tersebut.

"Stok obat cukup banyak seperti obat batuk, sesak napas, dan lain sebagainya sehingga masyarakat tidak perlu khawatir tidak mendapatkan obat," katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar mengurangi kegiatan di luar rumah, jika ada keperluan yang sangat penting harus memakai masker, jaga kesehatan dan sellau banyak minum air putih, makan buah-buahan serta makan makanan bergizi, minum vitamin untuk meningkatkan stamina tubuh.

Baca juga: Dinas Kesehatan Riau bagikan 16.000 masker antisipasi dampak asap
Baca juga: Kabut asap pekat, Jembatan Siak IV Pekanbaru seperti hilang
Baca juga: Kabut asap Karhutla kian pekat, jarak pandang di Riau hanya 200 meter


 

Pewarta: Frislidia
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar