counter

Kualitas udara buruk, siswa di Kota Jambi diimbau gunakan masker

Kualitas udara buruk, siswa di Kota Jambi diimbau gunakan masker

Siswa sekolah dasar di Kota Jambi kenakan masker saat di luar ruangan. Pemerintah Kota Jambi menghimbau siswa harus memakai masker saat diluar ruangan untuk meminimalisir paparan kabut asap. (ANTARA/Muhamad Hanapi)

Jambi (ANTARA) - Pemerintah Kota Jambi mengimbau para siswa di kota itu untuk menggunakan masker saat berada di luar ruangan, karena  dampak kualitas udara yang buruk.

"Saat ini Kota Jambi dalam kondisi kabut asap, diingatkan untuk selalu memakai masker, karena kondisi udara statusnya sangat tidak sehat," kata Wali Kota Jambi Dr. H. Syarif Fasha di Jambi, Jum'at.

Fasha mengatakan yang terjadi di kota itu bukan sekedar kabut asap, namun kabut asap tersebut telah bercampur dengan partikel debu akibat kebakaran hutan dan lahan. Jika partikel debu tersebut terhirup maka akan sangat berbahaya bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.

Fasha turut mengimbau seluruh kepala sekolah untuk dapat membuat grup-grup whatsaap. Antara sesama kepala sekolah, grup whatsaap antara kepala sekolah dan guru, serta grup whatsaap antara guru dan wali murid.

Tujuan dibuatnya grup wahtsaap tersebut untuk mempercepat penyampaian informasi atau maklumat yang di keluarkan oleh pemerintah kota, karena jika kualitas udara berada dalam kategori sangat tidak sehat atau berbahaya maka pemerintah akan mengeluarkan maklumat untuk meliburkan siswa sekolah.

Baca juga: Mendikbud bagi masker di sekolah terdampak asap

"Maklumat atau informasi tersebut kami keluarkan pada malam hari, karena perubahan kualitas udara tersebut cenderung terjadi pada malam hari," kata Syarif Fasha.

Kualitas udara cenderung berubah menjadi lebih buruk pada malam hari karena tekanan udara pada malam hari lebih rendah, sehingga kabut asap dan partikel debu yang berterbangan di atas turun ke bawah. Hal tersebut diperburuk jika hembusan angin yang membawa kabut asap dari daerah kejadian kebakaran hutan dan lahan menuju kota itu. Hal itulah yang menyebabkan kabut kualitas udara di kota itu sangat tidak sehat dan bisa menjadi berbahaya.

Sementara itu, terkait kebijakan kegiatan belajar mengajar diserahkan kepada sekolah masing-masing. Jika kualitas udara tidak memungkinkan, sekolah dapat mengurangi jam pelajaran, terutama pelajaran yang dilaksanakan di luar ruangan seperti mata pelajaran penjaskes.

"Untuk kebijakan belajar mengajar kita serahkan ke pihak sekolah, namun terkait libur sekolah akibat kabut asap menunggu maklumat dari pemerintah kota," kata Syarif Fasha.

Baca juga: Kemdikbud sesuaikan materi ujian di sekolah terdampak asap
Baca juga: Warga Jambi keluhkan kabut asap akibat karhutla

 

Pewarta: Muhammad Hanapi
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemprov Sumut antisipasi dampak karhutla dengan pembagian masker

Komentar