counter

IHSG akhir pekan ditutup melanjutkan pelemahan

IHSG akhir pekan ditutup melanjutkan pelemahan

Wartawan mengambil gambar layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (6/9/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 2,15 poin atau 0,03 persen ke level 6.308,95. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

Sebagian investor juga cemas mengingat sentimen perang dagang selalu bervariasi yang akhirnya mendorong transaksi jangka pendek di pasar saham
Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat ditutup melanjutkan pelemahan seiring sikap investor yang masih berhati-hati terhadap sentimen perang dagang.

IHSG ditutup melemah 7,33 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.334,83. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 0,37 poin atau 0,04 persen menjadi 992,24.

Baca juga: IHSG dibuka menguat seiring ketegangan perang dagang mereda

Baca juga: IHSG Jumat dibuka menguat 27,24 poin


Direktur Utama PT Foster Asset Management Andreas Yasakasih di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa pelaku pasar saham saat ini cenderung melakukan transaksi jangka pendek seraya mengantisipasi babak perang dagang Amerika Serikat dan China selanjutnya.

"Belum lama ini kabar mengenai penundaan tarif barang-barang impor dari China ke AS sempat membuat investor kembali optimistis terhadap aset berisiko seperti saham. Namun, sebagian investor juga cemas mengingat sentimen perang dagang selalu bervariasi yang akhirnya mendorong transaksi jangka pendek di pasar saham," ujarnya.

Ia menambahkan investor asing yang kembali melakukan aksi jual turut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pergerakan IHSG.

Baca juga: IHSG ditutup melemah dipicu aksi ambil untung

Berdasarkan data BEI, investor asing membukukan jual bersih saham atau foreign net sell sebesar Rp111,59 miliar pada Jumat (13/9) ini.

Sementara sentimen dari dalam negeri, menurut Andreas, relatif netral. Produk domestik bruto (PDB) Indonesia masih dapat tumbuh di atas lima persen pada tahun 2019 ini.

"Dibandingkan negara berkembang lain, PDB Indonesia masih cukup baik di tengah kekhawatiran resesi ekonomi global," katanya.

Baca juga: IHSG menguat seiring harapan meredanya perang dagang

Sementara itu, tercatat frekuensi perdagangan saham di BEI sebanyak 589.173 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 13,94 miliar lembar saham senilai Rp6,96 triliun. Sebanyak 164 saham naik, 229 saham menurun, dan 154 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa regional antara lain indeks Nikkei menguat 228,68 poin (1,05 persen) ke 21,988,28, indeks Hang Seng melemah 265,05 poin (0,98 persen) ke 27.352,69, dan indeks Straits Times menguat 16,53 poin (0,52 persen) ke posisi 3.211,49.

 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden Tutup IHSG Tertinggi Dalam Sejarah

Komentar