counter

Layanan Internet di Jayapura dibuka secara bertahap

Layanan Internet di Jayapura dibuka secara bertahap

Suasana wartawan yang menyambut gembira dibukanya layanan data di Jayapura, Jumat (13/9). (ANTARA News Papua/Evarukdijati)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membuka kembali layanan akses internet di Kabupaten dan Kota Jayapura secara bertahap, mulai Jumat, pukul 16.00 WIT.

"Layanan data Internet telah dibuka di lebih dari 85 persen titik di wilayah Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura setelah mempertimbangkan situasi dan kondisi keamanan di dua wilayah Provinsi Papua tersebut. Keamanan di wilayah itu berangsung-angsur kondusif seperti sediakala," demikian keterangan resmi Kominfo yang diterima Antara di Jakarta, Jumat.

Sementara, ada sekitar 15 persen titik di kedua wilayah tersebut yang masih terus dipantau dalam waktu satu atau dua hari ke depan.

Sebelumnya, akses Internet di 27 dari 29 kabupaten dan kota di Provinsi Papua yang sudah dibuka kembali secara penuh.

Wilayah tersebut adalah Kabupaten Keerom, Puncak Jaya, Puncak, Asmat, Boven Digoel, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Intan Jaya, Yalimo, Lanny Jaya, Mappi, Tolikara, Nduga, Supiori, Waropen, dan Merauke.

Baca juga: Wartawan Jayapura sambut gembira berakhirnya pemblokiran internet

Kemudian, Biak Numfor, Yapen, Sarmi, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Pegunungan Bintang, Yahukimo, Nabire, Jayawijaya dan Mimika.

Sementara, layanan data internet dari operator seluler di seluruh wilayah Provinsi Papua Barat, yang mencakup 13 kabupaten/kota, sudah dibuka secara penuh pada Rabu (11/9).

Kominfo juga menyebutkan bahwa sebaran informasi hoaks, kabar bohong, ujaran kebencian, hasutan, dan provokasi terkait dengan isu Papua terus menunjukkan tren menurun sejak 31 Agustus 2019.

Puncak sebaran hoaks dan hasutan terkait isu Papua terjadi pada 30 Agustus 2019 dengan jumlah tautan mencapai 72.500.

Distribusi hoaks terus menurun, dengan sebaran 42 ribu tautan pada 31 Agustus 2019 menjajdi 19 ribu tautan pada 1 September 2019, lalu turun 6.060 tautan hoaks dan hasutan pada 6 September 2019.

Baca juga: Masyarakat Manokwari bersorak gembira blokir internet dibuka

Sebaran hoaks kembali menurun menjadi 5.515 tautan pada 9 September 2019, lalu 3.050 tautan pada 11 September 2019 dan terus menurun menjadi sekitar seribu tautan pada 12 September 2019.

Pemerintah kembali mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi hoaks, kabar bohong, ujaran kebencian berbasis SARA, hasutan, dan provokasi melalui media apapun termasuk media sosial.

"Agar situasi dan kondisi keamanan di Provinsi Papua dan Papua Barat yang hampir kondusif dan pulih seratus persen tetap terjaga," demikian pernyataan Kominfo.

Baca juga: Internet di Papua Barat sudah dibuka penuh

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kominfo prioritaskan pembahasan RUU PDP

Komentar