Bank Mandiri optimis kredit tumbuh 11-12 persen, meski waspadai resesi

Bank Mandiri optimis kredit tumbuh 11-12 persen, meski waspadai resesi

Ilustrasi: Tiga nasabah melakukan transaksi di ATM Bank Mandiri di Jakarta (FOTO ANTARA/Andika Wahyu/pd/09).

Pertumbuhan 11-12 persen dari awal sudah kami 'set up'
Denpasar (ANTARA) - Bank Mandiri optimistis penyaluran kredit tumbuh sesuai target yakni 11-12 persen pada 2019, meski industri keuangan sedang mewaspadai resesi ekonomi yang terjadi di beberapa negara.

"Pertumbuhan 11-12 persen dari awal sudah kami set up. Berdasarkan Juni ini, kemungkinan mencapai target itu walau ada berbagai hal ekonomi seperti pelemahan dan ancaman resesi," kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas di Badung, Bali, Jumat.

Menurut dia, optimisme itu berangkat dari capaian pada semester pertama tahun ini, di mana penyaluran kredit sudah mencapai Rp820 triliun atau  tumbuh 9,5 persen dibanding semester I tahun 2018.

Total aset yang dimiliki Bank Mandiri, kata dia, mencapai sekitar Rp1.200 triliun.

Sebelumnya, pada kesempatan terpisah Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Panji Irawan menyebutkan stabilitas ekonomi Indonesia masih terjaga di tengah adanya berbagai tantangan ekonomi global. Baca juga: Bank Mandiri sebut stabilitas ekonomi masih terjaga, ini indikatornya

Baca juga: Bank Mandiri kian ekspansif, bidik UMKM jadi agen digital pedesaan

Baca juga: Transaksi kartu kredit Bank Mandiri tembus Rp12,3 triliun

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

90% nasabah kembalikan kelebihan saldo pada Bank Mandiri

Komentar