Info Haji

Seorang haji Lampung wafat dalam perjalanan pulang

Seorang haji Lampung wafat dalam perjalanan pulang

Kepulangan jamah haji Provinsi Lampung Kloter 61 di Asrama Haji Bandarlampung, Jumat, (13/9/2019). ANTARA/Dian Hadiyatna

amaah yang meninggal tersebut bernama Sudin Kapiyati Kariban asal Bandarlampung, dengan nomor penerbangan C2387310 kloter 61
Bandarlampung (ANTARA) - Seorang haji berasal dari Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 61 wafat saat perjalanan pulang dari Arab Saudi menuju Tanah Air.

"Hari ini kembali kita mendapatkan kabar duka bahwa ada seorang jamaah haji yang meninggal saat perjalanan pulang di pesawat," kata Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Seraden Nihan di Bandarlampung, Jumat.

Dia mengatakan jenazah haji yang meninggal di pesawat tersebut akan langsung dirawat oleh petugas yang berjaga di Bandara Soekarno Hatta, sesampainya di tempat itu.

Baca juga: Seorang calon haji wafat di pesawat

Seorang haji yang wafat tersebut, katatnya, akan diikutsertakan di Kloter 63 yang tiba dua jam setelah Kloter 61. Jenazah tidak bisa langsung diterbangkan ke Bandara Raden Intan Lampung karena harus mengikuti prosedur terlebih dahulu, untuk selanjutnya bisa dipulangkan ke rumah duka.

Nantinya, kata dia, haji yang meninggal di pesawat itu, setelah sampai di Bandara Soekarno-Hatta akan dimandikan, dimasukkan peti dan perlengkapan lainnya, sedangkan hingga jenazah tersebut sampai rumah duka semuanya yang menanggung Kanwil Kemenag Provinsi Lampung.

"Jamaah yang meninggal tersebut bernama Sudin Kapiyati Kariban asal Bandarlampung, dengan nomor penerbangan C2387310 kloter 61," kata dia.

Ia mengatakan saat ini Provinsi Lampung telah memulangkan 17 kloter dan tersisa dua kloter lagi yang direncanakan akan pulang besok dan lusa.

"Dengan bertambahnya satu jamaah meninggal tercatat haji yang wafat untuk Provinsi Lampung hingga kini sebanyak 16 orang," kata dia.

Baca juga: Keluarga haji wafat di pesawat terima 10.000 dolar AS

Pewarta: Dian Hadiyatna
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar