counter

Bursa Wall Street ditutup bervariasi di tengah data ekonomi positif

Bursa Wall Street ditutup bervariasi di tengah data ekonomi positif

Ilustrasi - Suasana lantai Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/pri

Indeks Dow Jones meningkat 37,07 poin atau 0,14 persen, menjadi 27.219,52 poin
New York (ANTARA) - Saham-saham di Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena investor mencerna data penjualan ritel terbaru yang datang di atas ekspektasi pasar dan rebound di data sentimen konsumen.

Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 37,07 poin atau 0,14 persen, menjadi berakhir di 27.219,52 poin, sebut Xinhua.

Indeks S&P 500 turun 2,18 poin atau 0,07 persen, menjadi ditutup di 3.007,39 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir turun 17,75 poin atau 0,22 persen, menjadi 8.176,71 poin.

Lebih dari setengah dari 30 saham-saham unggulan atau blue-chips di Dow diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan saham bellwethers atau penentu arah perdagangan Caterpillar dan Boeing, masing-masing naik 1,54 persen dan 1,10 persen, berada di antara para pemain terbaik.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih rendah di sekitar bel penutupan, dengan sektor real estat turun 1,27 persen, memimpin kerugian.

Saham Apple turun 1,94 persen, setelah Goldman Sachs memangkas target harga untuk saham Apple menjadi 165 dolar AS per saham dari 187 dolar AS per saham.

Bank juga memperkirakan penurunan 26 persen pada saham tersebut, karena metode akuntansi perusahaan yang akan memiliki "dampak negatif material" pada pendapatan.

Di sisi ekonomi, sentimen konsumen rebound ringan pada September ke angka 92 dari penurunan tajam Agustus, University of Michigan mengatakan dalam survei pada Jumat (13/9/2019).

Namun, angka tersebut masih menandai level terendah ketiga sejak pemilihan Presiden AS Donald Trump.

"Kekhawatiran tentang dampak tarif terhadap ekonomi domestik juga meningkat pada awal September, dengan 38 persen dari semua konsumen membuat referensi spontan terhadap dampak negatif tarif, persentase tertinggi sejak Maret 2018," kata Richard Curtin, kepala ekonom Survei Konsumen.

Penjualan ritel dan layanan makanan AS untuk Agustus naik 0,4 persen bulan ke bulan menjadi mencapai 526,1 miliar dolar AS dan 4,1 persen di atas level Agustus 2018, Biro Sensus AS mengatakan Jumat (13/9/2019).

Keuntungan terutama didorong oleh pengeluaran yang lebih tinggi untuk kendaraan bermotor dan suku cadang, serta bahan bangunan.

Baca juga: Indeks IBEX-35 Spanyol ditutup 0,61 persen lebih tinggi
Baca juga: Bursa saham Inggris berakhir naik, indek FTSE-100 menguat 0,31 persen
Baca juga: Bursa saham Jerman ditutup menguat, indeks DAX-30 naik 0,47 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar