counter

Asrama Polisi di Palembang hangus terbakar

Asrama Polisi di Palembang hangus terbakar

Asrama Polisi Bagus Kuning Palembang terbakar, Sabtu (14/9/2018). ANTARA/Aziz Munajar.

Palembang (ANTARA) - Asrama Polisi Bagus Kuning di Jalan DI Panjaitan Kelurahan Sentosa, Kota Palembang, Sabtu, terbakar.

Kebakaran ini membuat warga panik karena berada di pemukiman padat penduduk.

Salah seorang warga, Desti, Sabtu, mengatakan asap hitam terlihat muncul dari Asrama Polisi (Aspol) sekitar pukul 11.00 WIB, keluarnya asap diikuti kobaran api yang cepat menjalar.

Baca juga: KLHK segel 42 perusahaan terkait karhutla
Baca juga: Dua pesawat cassa disiapkan untuk operasi hujan buatan di Riau
Baca juga: BNPB: Karhutla terbesar di Riau lebih dari 40 ribu ha


"Kami panik karena api cepat sekali membesar, jadi khawatir merambat ke rumah lain," ujar Desti saat dilokasi.

Angin yang cukup kencang membuat api membesar, warga bahu-membahu memadakan api dengan alat seadanya saat api pertama kali muncul, sebagian berusaha menyelamatkan barang-barang.

Tak lama berselang delapan unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Penangulangan Bencana dan Kebakaran (PBK) Kota Palembang datang untuk memadamkan api.

Proses pemadaman di bantu satu unit mobil water canon Polresta Palembang dan dua unit mobil pemadam PT Pertamina, kurang dari satu jam api berhasil dipadamkan.

Berdasarkan keterangan warga, di duga api pertama kali muncul dari rumah seorang warga di belakang Aspol tersebut.


 
Asrama Polisi Bagus Kuning Palembang paaca terbakar, Sabtu (14/9) (ANTARA/Aziz Munajar/19)


"Kami belum bisa pastikan penyebabnya, tapi akibat kebakaran ini 11 rumah semi permanen hangus terbakar," kata Kepala Asrama Bagus Kuning, Ipda Kartijon disela-sela pemadaman.

Kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa, kata dia, namun barang-barang milik korban tidak sempat terselamatkan akibat api dengan cepat membakar rumah.

Baca juga: 2.188 balita Sumsel terkena ISPA akibat kabut asap karhutla
Baca juga: Kabut asap di Banjarbaru ganggu proses belajar di sekolah

Pewarta: Aziz Munajar
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar