counter

Rektor UWM: PKKMB untuk ciptakan generasi berintegritas

Rektor UWM: PKKMB untuk ciptakan generasi berintegritas

Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta Edy Suandi Hamid memakaikan jaket almamater kepada perwakilan mahasiswa baru (HO-UWM Yogyakarta)

Yogyakarta (ANTARA) - Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta Prof Edy Suandi Hamid menegaskan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) bertujuan untuk menciptakan generasi berkarakter religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan berintegritas.

"Kegiatan itu memberikan pendidikan karakter khususnya nilai integritas, moral, etika, kejujuran, kepedulian, tanggung jawab, dan kedisiplinan dalam kehidupan di kampus dan masyarakat," katanya di Pendopo Agung UWM Yogyakarta, Sabtu.

Pada kuliah umum mahasiswa baru tahun akademik 2019/2020 dalam rangkaian Dies Natalis Ke-37 UWM bertema "Kebangsaan Pada Kondisi Keberagaman", Edy mengatakan kegiatan itu menjadi titik tolak pembinaan idealisme, penguatan rasa cinta Tanah Air, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Baca juga: Mahasiswa Pemimpin Harus Berbekal Moral, Integritas

Menurut dia, kegiatan itu juga mengenalkan arti penting kesadaran berbangsa, bernegara, bela negara, lingkungan, dan bermasyarakat serta memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru agar dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus.

Selain itu juga untuk mewujudkan konpetensi pada era revolusi industri 4.0, di antaranya kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan bekerja sama.

Ia mengatakan, hasil yang diharapkan dari kegiatan itu antara lain meningkatnya kesadaran berbangsa, bernegara, dan cinta Tanah Air dalam diri mahasiswa baru, memahami arti penting pendidikan yang akan ditempuh dan pendidikan karakter bagi pembangunan bangsa serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, mahasiswa juga mampu memahami dan mengenali lingkungan baru terutama organisasi dan struktur perguruan tinggi, sistem pembelajaran, dan kemahasiswaan serta tercipta persabatan dan kekeluargaan antarmahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.
Baca juga: UWM Yogyakarta Siapkan Kunjungan Budaya Peringati KAA

Ia mengemukakan, proses pendidikan di UWM selain membekali dengan "hard skill", mahasiswa juga dibekali "soft skill". Hal ini karena selain "hard skill", dunia kerja juga membutuhkan "soft skill" yang baik.

"'Soft skill' dapat diperoleh dari kegiatan ekstrakurikuler di kampus. Oleh karena itu, mahasiswa hendaknya memanfaatkan lembaga kemahasiswaan untuk mengasah 'soft skill'," kata Edy.

Sementara itu, Ketua Yayasan Mataram Yogyakarta Mohammad Mahfud mengatakan belajar di perguruan tinggi adalah impian, karena banyak yang tidak dapat masuk perguruan tinggi. Banyak juga yang menyerah untuk masuk ke perguruan tinggi sebelum mencoba karena keterbatasan peluang dan sulitnya menyediakan biaya.

Menurut dia, perguruan tinggi yang sudah adapun tidak semuanya peduli untuk mengembangkan filosofi pendidikannnya yang mencerdaskan kehidupan bangsa dan mencetak kader bangsa yang dapat merawat NKRI.

"Pendidikan di UWM Yogyakarta bertujuan mencetak kader bangsa yang berkualitas dan adaptif terhadap perubahan masyarakat dengan tetap berbasis budaya," katanya.
Baca juga: Dosen ilmu agama Islam diminta dorong karakter mahasiswa
 

Pewarta: Bambang Sutopo Hadi
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

ANTARA harus teguh pada kredibilitas & integritas jurnalisme

Komentar