counter

Penabuh dol maju terus meski kurang diperhatikan Pemda setempat

Penabuh dol maju terus meski kurang diperhatikan Pemda setempat

Penabuh dol dan penari dari sanggar gatra menunjukkan kemampuannya di depan Dewan Direksi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila di Benteng Marlborough, Bengkulu, Sabtu. ANTARA/Abdu Faisal

Bengkulu, Bengkulu (ANTARA) - Penabuh dol dari Sanggar Gatra, Ferry Ganti, terpacu untuk memajukan musik dol dengan kekuatan sendiri meski kurang mendapat perhatian Pemerintah Daerah Bengkulu.

"Sedikit sedih. Kami pelaku seni, seperti kurang perhatian dari pemerintah daerah," kata dia, di Benteng Marlborough, Bengkulu, Sabtu.

Dol merupakan alat musik di kelas perkusi yang dibunyikan dengan cara ditabuh atau dipukul. Alat musik ini, dulunya dibunyikan dalam ritual Tabot. Namun kini biasa dimainkan dalam berbagai kegiatan termasuk saat rangkaian acara menyusuri ajar ibu yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Sabtu.

Ia mengatakan Sanggar Gatra mengikuti acara-acara di luar Bengkulu sendiri, di antaranya Festival Payung, Solo International Performing Art, dan lain-lain.

Ia akhirnya memacu diri dan teman-temannya untuk maju terus agar kesenian mereka bisa dikenal di luar Bengkulu. "Kami tetap berusaha memajukan kebudayaan Bengkulu itu bagaimana pun caranya," kata dia.

Juga baca: Musik dol Bengkulu tampil di Malaysia

Juga baca: Musik Dol Meriahkan Malam Takbiran

Ia bersyukur Sanggar Gatra mendapat nasib lebih beruntung dari sanggar-sanggar lainnya yang banyak terdapat di Bengkulu. "Khusus di kotanya ada sekitar 45 sanggar," kata dia.

Namun, tidak banyak yang bisa ke festival-festival budaya seperti mereka karena sejumlah alasan. "Ada yang belum mendapat kesempatan atau permasalahan di pendanaan," kata dia.

Kendati lebih beruntung, dia mengatakan Sanggar Gatra berangkat ke festival-festival di Jawa dan lain-lain itu dengan persiapan seadanya. "Kasarnya dengan seadanyalah, tapi tetap semangat. Tetap ingin memajukan kebudayaan Bengkulu dan mengenalkan kebudayaan Bengkulu," kata dia.

Selain memiliki penabuh dol, sanggar yang berdiri tanggal 6 Februari 2006 itu juga melatih para penari tari kreasi.

Pada kesempatan yang diberikan BPIP itu, mereka menampilkan tari kreasi Gerga untuk menyambut 300 tahun Benteng Marlborough berdiri. 

Pekerja seni, Ayu Laksmi, ikut mengapresiasi gerakan tari mereka yang ia rasa sangat enerjik. "Kalian luar biasa, tetap semangat ya. Bagus," ujar perempuan Bali yang ikut berperan sebagai Ibu dalam film Pengabdi Setan itu.

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar