counter

Kemarin, meninggal karena "vape" hingga pengungsi kembali ke trotoar

Kemarin, meninggal karena "vape" hingga pengungsi kembali ke trotoar

Seseorang menunjukkan vape atau cairan rokok elektrik. (Foto : Akhmad Nazaruddin Lathif)

Mulai dari tanggapan terkait kematian di Amerika Serikat yang dihubungkan dengan rokok elektronik atau yang lebih dikenal dengan nama vape....
Jakarta (ANTARA) - Beragam berita dan peristiwa di Jakarta yang terjadi pada Sabtu (14/9), disiarkan Kantor Berita ANTARA dan semua itu masih layak dibaca kembali sebagai informasi dan referensi yang bisa mengisi waktu hari Minggu anda.

Mulai dari tanggapan terkait kematian di Amerika Serikat yang dihubungkan dengan rokok elektronik atau yang lebih dikenal dengan nama vape, bandar narkotika yang diciduk di Jakarta Barat tepat selepas transaksi, hingga para pencari suaka kembali menempati trotoar di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Berikut rangkuman berita yang disiarkan ANTARA pada Sabtu (14/9):
1. Vape sebabkan kematian di AS, Asosiasi Vaper Indonesia berikan jawaban

Jakarta (ANTARA) - Organisasi konsumen Asosiasi Vaper Indonesia (AVI) menolak anggapan bahwa rokok elektronik atau yang dikenal dengan nama vape menjadi penyebab kematian beberapa remaja di Amerika Serikat dalam beberapa hari ke belakang.

Ketua Penasihat AVI, Dimasz Jeremiah, Sabtu petang mengatakan meski para korban meninggal termasuk ratusan lainnya yang dirawat mengaku menggunakan vape sebelum kesehatannya terganggu, tidak berhubungan dengan vape itu sendiri.

“Persamaan terbesarnya antara korban yang sampai ratusan itu bukan di vapenya, melainkan pada ganja ilegal yang berminyak atau oil based itu yang mereka Isap,” kata Dimasz saat dihubungi.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.

2. Perlu ada larangan vape sebelum ada korban

Jakarta (ANTARA) - Komisi Nasional Pengendalian Tembakau menilai sebaiknya pemerintah melarang rokok elektronik atau yang lebih dikenal sebagai vape beredar dan dikonsumsi masyarakat Indonesia sebelum jatuh korban jiwa.

"WHO sebenarnya sudah mengeluarkan pernyataan bahwa rokok elektronik berbahaya untuk kesehatan, karena itu setiap negara dianjurkan untuk memperketat regulasi soal rokok elektronik. Meski masih terjadi perdebatan, tapi sebelum jadi epidemi, kami menilai sebaiknya dilarang," kata Manajer komunikasi Komnas Pengendalian Tembakau Nina Samidi, di Jakarta, Sabtu.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.

3. Bandar Narkoba di Tambora ditangkap usai bertransaksi

Jakarta (ANTARA) - Unit Narkoba Polsek Tambora Jakarta Barat menangkap seorang bandar narkoba berinisial YN (43), setelah transkasi sabu yang dilakukannya di kawasan Jalan Keadilan V Glodok, Tamansari, Jumat malam (13/9).

Kapolsek Tambora Komisaris Polisi Iver Son Manossoh mengatakan pihaknya menerima informasi, tempat kejadian perkara tersebut sering digunakan untuk bertransaksi narkoba.

"Anggota buru sergap melakukan penangkapan 'undercover,' dan sesaat tiba di lokasi anggota kami melihat pelaku berinisial YN (43 th) sedang melakukan transaksi jual beli narkoba," ujar Iver di Jakarta, Sabtu.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.

4. Puluhan pencari suaka kembali tempati trotoar Kebon Sirih Jakarta

Jakarta (ANTARA) - Puluhan para pencari suaka asal Afganistan, Somalia, Irak dan beberapa negara lain kembali menempati trotoar di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Sabtu malam.

Pantauan ANTARA, puluhan tenda tampak menempati trotoar di depan Bank Gamon Kebon Sirih menyusul larangan untuk berada di depan gedung Ravindo, sebagai lokasi kantor Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Urusan Pengungsi (UNHCR).

Seorang penjaga keamanan gedung Ravindo, Sunaryo, mengatakan para pengungsi itu mulai menempati trotoar di Jalan Kebon Sirih pada Jumat (13/9) sore dan Jumat malam.

"Sekitar 30 orang datang pada Jumat sore. Malam harinya, sekitar 50 orang datang lagi. Sebagian dari mereka meninggalkan trotoar karena dikabarkan telah menerima bantuan," kata Sunaryo kepada ANTARA.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Anak imigran mulai bersekolah di SD Negeri Riau

Komentar