counter

Pedemo Hong Kong desak Inggris untuk tekan China

Pedemo Hong Kong desak Inggris untuk tekan China

Seorang pengunjuk rasa membawa bekas bendera kolonial saat berdemonstrasi di Hong Kong, China, Minggu (1/7/2018), hari peringatan 21 tahun penyerahan kota ke kedaulatan China dari kekuasaan Inggris. (REUTERS/Bobby Yip)

Hong Kong (ANTARA) - Para pedemo Hong Kong berencana menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Konsulat Inggris pada Minggu untuk mendesak negara bekas penguasa Hong Kong itu menekan China agar mematuhi tanggung jawabnya memberikan kebebasan pada kota tersebut.

Hong Kong, yang saat ini berada di bawah kekuasaan China, telah diguncang serangkaian aksi protes dalam beberapa minggu belakangan.

Aksi prodemokrasi tersebut kadang-kadang diwarnai dengan kekerasan. Para pengunjuk rasa marah terhadap apa yang mereka lihat sebagai campur tangan Beijing secara perlahan-lahan dalam urusan internal Hong Kong kendati kota itu sudah dijanjikan otonomi.

Baca juga: Inggris harap "satu negara dua sistem" jadi dasar solusi Hong Kong

Deklarasi Bersama China-Inggris, yang ditandatangani pada 1984, memetakan masa depan Hong Kong setelah kekuasaan kota tersebut dikembalikan ke China pada 1997.

Deklarasi tersebut berisi formula "satu negara, dua sistem". Berdasarkan formula itu, Hong Kong diberi kebebasan --yang tidak dinikmati di China daratan.

"Kami meminta Inggris untuk segera mengambil langkah terhadap China, yang tidak menghormati Deklarasi Bersama China-Inggris, dan untuk mengakui bahwa formula satu negara-dua sistem tidak berfungsi," kata beberapa penyelenggara demonstrasi.

Baca juga: Inggris kecam kekerasan di Hong Kong, desak dialog

Pemicu gelombang protes di kota itu adalah rencana untuk menerapkan undang-undang ekstradisi, yang saat ini sudah dibatalkan.

UU itu membuka kemungkinan bagi orang-orang dibawa ke China daratan untuk disidang di sana walaupun Hong Kong sendiri punya sistem peradilan mandiri yang sangat dihormati.

Inggris mengatakan punya kewajiban hukum untuk memastikan China mematuhi deklarasi 1984 itu.

"Deklarasi Bersama itu adalah perjanjian yang mengikat secara hukum antara Inggris dan China dan masih berlaku sampai sekarang, seperti yang berlaku ketika ditandatangani dan disahkan lebih dari 30 tahun lalu," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Inggris pada Juni.

Baca juga: Demonstran Hong Kong berencana duduki konsulat Inggris

"Sebagai penandatangan, Pemerintah Inggris akan terus mempertahankan sikap kami."

Namun, belum ada kejelasan soal apa yang bisa dilakukan Inggris.

Inggris sedang berusaha menjalin kerja sama lebih erat dengan China dalam sektor perdagangan dan investasi setelah negara itu meninggalkan Uni Eropa. Berdasarkan rencana yang saat ini bergulir, Inggris akan keluar dari Uni Eropa pada akhir Oktober.

China sejak 1997 telah berkembang menjadi negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia.

Aksi unjuk rasa di Hong Kong diperkirakan dimulai pada Minggu siang. Menurut prakiraan cuaca, hujan akan turun. Tapi, aksi-aksi protes sebelumnya tidak berhenti walaupun hujan.

Sumber: Reuters

Penerjemah: Tia Mutiasari
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menyusuri jejak Saad bin Abi Waqash di daratan China

Komentar