counter

Tenis Meja

Tim putra dan putri Indonesia telan kekalahan di laga pembuka grup

Tim putra dan putri Indonesia telan kekalahan di laga pembuka grup

Tim tenis meja putra Indonesia saat berhadapan dengan tim Bahrain pada nomor beregu putra di Kejuaraan Tenis Meja Asia yang digelar di Yogyakarta (Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (ANTARA) - Tim tenis meja putra dan putri Indonesia harus mengalami nasib sama, yaitu menelan kekalahan di laga pembuka grup pada nomor beregu 24th ITTF-Asian Table Tennis Championships yang digelar di GOR Amongrogo Yogyakarta, Minggu.

Tim putri Indonesia menyerah 1-3 atas tim putri Filipina, sedangkan tim putra Indonesia takluk 2-3 dari tim Bahrain.

“Materi pemain yang tampil di kejuaraan Asia ini memang rata-rata masih junior. Usianya di bawah 18 tahun. Tujuan utamanya pun untuk memberikan pengalaman bertanding bagi atlet-atlet muda,” kata Pelatih Tim Putri Tenis Meja Ersan Sutanto setelah pertandingan di Yogyakarta, Minggu.

Satu-satunya poin kemenangan dari tim Indonesia disumbangkan oleh Siti Aminah yang tampil sebagai pemain pembuka.

Pada pertandingan berikutnya, Indonesia yang berada di Grup D akan berhadapan dengan Malaysia. Ersan menilai, tim asuhannya masih memiliki kesempatan untuk memenangi pertandingan melawan Malaysia.

“Dari pengurus memang tidak ada beban target. Apalagi, atlet yang tampil di kejuaraan ini rata-rata baru tampil untuk pertama kali di pertandingan berskala internasional,” katanya yang menyebut persiapan untuk tampil di kejuaraan Asia tidak terlalu panjang hanya sekitar satu bulan.

Sedangkan untuk permainan anak asuhnya, Ersan menyebut jika seluruh pemain masih membutuhkan banyak latihan dan jam terbang agar memiliki pengalaman bertanding yang baik. “Dari pengurus pusat menyampaikan rencana pelatihan ke China. Mudah-mudahan saja bisa direalisasikan,” katanya.

Hal senada disampaikan Manajer Tim Tenis Meja Indonesia Wong Kien Wa yang mengatakan bahwa rata-rata pemain baru tampil untuk pertama kalinya di kejuaraan internasional.

“Pemain-pemain muda ini harus diberi kesempatan untuk tampil sehingga regenerasi akan tetap berjalan sehingga dalam empat atau lima tahun mendatang Indonesia akan menjadi pesaing di tenis meja,” katanya.

Pada pertandingan melawan Bahrain, Indonesia sempat unggul 2-1. Tetapi, Bahrain mampu merebut dua pertandingan terakhir untuk membukukan kemenangan.

Keunggulan Indonesia diraih oleh Rafael Nikola Niman yang menang 3-1 atas Rashed pada laga kedua, serta Hafidh Nuur Annafi yang menang 3-1 atas Alyassi Alyas pada laga ketiga. “Mental bertanding memang harus ditingkatkan,” katanya.

Pada nomor beregu tersebut, Indonesia berada di Grup H bersama Bahrain, Kirgiztan dan Palestina. “Masih ada peluang 50:50 untuk memenangi pertandingan dengan Palestina dan Kirgiztan,” katanya.

Pewarta: Eka Arifa Rusqiyati
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Komentar