counter

Masuki era digital, perbankan harus benahi infrastruktur jaringan

Masuki era digital, perbankan harus benahi infrastruktur jaringan

Ilustrasi fintech. (Shutterstock)

Teknologi SD-WAN tidak hanya bisa mengoptimalkan pemanfaatan bandwidth, tetapi juga dapat meningkatkan kinerja aplikasi sebuah perusahaan dengan visibilitas jaringan hingga lebih dari 120 cabang.
Jakarta (ANTARA) - Penyedia layanan teknologi global Nippon Telegraph and Telephone (NTT) mengajak industri perbankan menerapkan teknologi SD-WAN (software-defined networking in a wide area network) yang dapat mengoptimalkan pemanfaatan bandwidth untuk menjamin peningkatan layanan kepada nasabah.

"Pada era digital saat ini, bank-bank harus gesit, inovatif, dan fokus pada nasabahnya. Untuk melakukan ini, mereka harus memanfaatkan solusi kinerja tinggi yang cepat beradaptasi dengan permintaan pelanggan dan permintaan pasar yang berubah," kata Country General Manager Dimension Data Indonesia NTT  Hendra Lesmana dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Menurutnya, teknologi SD-WAN tidak hanya bisa mengoptimalkan pemanfaatan bandwidth, tetapi juga dapat meningkatkan kinerja aplikasi sebuah perusahaan dengan visibilitas jaringan hingga lebih dari 120 cabang.

Jika sebuah bank berencana melakukan transformasi digital maka hal pertama yang perlu dijalankan adalah mengubah sekaligus merombak infrastruktur WAN yang lama dan arsitektur jaringan yang kaku, agar mendapatkan nilai jangka panjang dan berkelanjutan.

NTT merupakan gabungan dari 28 perusahaan teknologi terkemuka global termasuk Dimension Data.

Hendra mengatakan, salah satu bank terkemuka di Indonesia telah berkolaborasi dengan NTT dalam membangun jaringan SD-WAN.

Baca juga: Pakar sebut data menjadi komoditas paling berharga pada era digital

Tanpa merinci bank yang dimaksud, Hendra menjelaskan bahwa NTT ditunjuk mendesain ulang dan mengoptimalkan konektivitas bank tersebut dengan solusi yang diusulkan mencakup SD-WAN yang menggunakan tautan Multiprotocol Label Switching (MPLS) yang sepenuhnya redundan dengan koneksi yang aktif.

Hal ini dilakukan untuk memastikan terjadi waktu respons yang lebih cepat untuk produktivitas dan kualitas layanan ke jaringan cabangnya, seiring dengan pengurangan biaya operasional hingga 50 persen.

"Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan salah satu bank Asia terkemuka yang berkomitmen untuk membantu usaha kecil dan menengah dan mitra ritelnya. Kolaborasi ini diharapkan mendukung bank tersebut untuk mempercepat layanannya secara lokal dan di seluruh wilayah di Indonesia," ujarnya.

Solusi yang diberikan NTT juga mencakup penerapan kualitas layanan (QoS) untuk meningkatkan kualitas Voice over IP (VoIP) di setiap cabang sehingga terjadi pengurangan upaya administrasi hingga 50 persen.

"Solusi ini juga bisa memastikan aplikasi kritis dapat didefinisikan, diprioritaskan dan diproses dengan minimalisasi gangguan, laten, dan kerugian, sehingga dengan demikian terjadi peningkatan kinerja aplikasi sebesar 10 persen," katanya.

Hal ini menjadi jawaban terhadap kebutuhan bandwidth bank yang dinamis dan visibilitas jaringan yang cakupannya lebih besar, yang dapat memainkan peran kunci dalam kesuksesan digital mereka pada  masa depan.
Baca juga: BPKN: regulasi perlindungan konsumen di era digital perlu dipersiapkan

Pewarta: Royke Sinaga
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pentingnya literasi digital dalam era 4.0

Komentar