counter

Taliban cabut larangan atas Palang Merah, berikan jaminan keamanan

Taliban cabut larangan atas Palang Merah, berikan jaminan keamanan

Dokumen foto kegiatan relawan Komite Palang Merah Internasional (ICRC) di Afghanistan yang rawan konflik atas keamanan relawan, sehingga ICRC mengevaluasi untuk mengurangi kegiatan di negeri itu, Senin (9/10/2017). (Reuters)

Kabul (ANTARA) - Taliban pada Ahad mencabut larangan mereka atas Komite Internasional Palang Merah (ICRC) di Afghanistan dan memberikan jaminan keamanan bagi para stafnya yang melakukan pekerjaan kemanusiaan di kawasan-kawasan yang berada di bawah kendali mereka.

Para pemimpin Taliban memberlakukan larangan atas ICRC dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada April dengan menyatakan organisasi-organisasi tersebut melakukan kegiatan-kegiatan "mencurigakan" ketika mengkampanyekan program vaksinasi dan tidak melaksanakan misi-misi yang mereka nyatakan.

"Emirat Islam memulihkan jaminan keamanan kepada ICRC di Afghanistan dan memerintahkan semua pejuang mujahidin untuk membantu kegiatan-kegiatan ICRC dan memberikan jaminan keamanan kepada para pekerja dan peralatan komite itu," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid dalam sebuah pernyataan.

Taliban menyebut dirinya sebagai Emirat Islam Afghanistan, Jubir itu tidak menyebut WHO dalam pernyataan itu.

Para pejabat di ICRC dan WHO di Kabul tidak segera memberikan komentar atas keputusan Taliban itu.

WHO melakukan kampanye vaksinasi di Afghanistan, salah satu negara-negara di dunia yang masih ditemukan endemik polio. ICRC menyediakan dukungan medis selama lebih 30 tahun.

Kelompok-kelompok yang menyediakan bantuan dan beroperasi di Afghanistan menyatakan mereka tidak berpihak. ICRC khususnya dikenal sebagai organisasi yang memperlihatkan kenetralan di dalam konflik-konflik.


Sumber: Reuters
Baca juga: DirjenICRC: tak ada tempat aman di Afghanistan
Baca juga: Tujuh pekerjanya tewas, ICRC akan kurangi operasi di Afghanistan
​​​​​​​
Baca juga: Anak Perempuan Afghanistan Tewas Dalam Serangan Bom Sepeda

Penerjemah: Mohamad Anthoni
Editor: Maria D Andriana
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ratusan pengungsi Afghanistan duduki Jalan Kebon Sirih

Komentar