counter

Liga Champions

Grup G: Semua punya peluang

Grup G: Semua punya peluang

Grup G Liga Champions (ANTARA/Gilang Galiartha)

Jakarta (ANTARA) - Grup G menjadi salah satu grup di Liga Champions yang paling sulit diprediksi, pasalnya dari keempat penghuninya tidak ada satupun yang sangat dominan atau kebalikannya, sangat inferior.

Benfica berpartisipasi di Liga Champions dengan tiket sebagai juara Liga Portugal. Musim lalu mereka gagal menembus fase grup karena hanya menempati peringkat ketiga Grup E dan harus terlempar ke Liga Europa.

Di kompetisi Eropa "kasta kedua" itu pun Benfica gagal menjadi yang terbaik. Mereka kalah gol tandang dari Eintracht Frankfurt pada perempat final dan kembali harus gagal mengangkat trofi Eropa.

Pada bursa transfer musim panas, Aguias mendatangkan sejumlah pemain baru. Namun dari semua muka-muka baru Benfica, justru bek belia Nuno Tavares yang dipromosikan dari Benfica B yang mampu tampil konsisten.

Nuno total telah mencatatkan satu gol dan dua assist saat dimainkan sebanyak tiga kali.

Berstatus juara bertahan, Benfica tidak mampu memulai musim baru dengan mulus. Dari lima pertandingan yang telah dimainkan, mereka hanya mampu empat kali menang dan satu kali kalah.

Hasil-hasil tersebut membuat Benfica untuk sementara menghuni peringkat kedua klasemen Liga Portugal, tertinggal satu poin dari pemuncak klasemen yang merupakan tim promosi Famalicao.

Olympique Lyon belum pernah mengukir prestasi di Liga Champions, pencapaian tertinggi mereka pun sejauh ini hanya semifinalis sepuluh tahun silam.

Musim lalu, langkah Les Gones dihentikan tim kuat Barcelona pada 16 besar, di liga domestik pun Lyon hanya mampu mengakhiri di peringkat ketiga. Tertinggal 19 poin dari tim juara Paris St Germain (PSG).

Lyon mendatangkan cukup banyak pemain pada bursa transfer musim panas, namun sejauh ini mereka tetap lebih bergantung kepada wajah-wajah lama seperti Memphis Depay, Moussa Dembele, dan Houssem Aouar.

Sebelum musim reguler diliburkan karena jeda internasional, Lyon gagal tampil konsisten di liga domestik. Pasukan asuhan pelatih Sylvinho ini hanya mampu mencatatkan dua kemenangan, dua kali imbang, dan satu kekalahan dari lima laga yang telah dimainkan. Walhasil, mereka saat ini masih duduk di peringkat ketujuh dengan koleksi delapan poin.

Seperti Lyon, Leipzig pun menutup musim lalu dengan menduduki peringkat ketiga di klasemen Liga Jerman. Namun berbeda dengan Lyon, mereka menuju fase grup Liga Champions dengan menghuni pucuk klasemen Liga Jerman.

Leipzig memuncaki klasemen Liga Jerman berkat koleksi sepuluh poin dari tiga kemenangan dan satu kali imbang.

Tim yang berafilasi dengan klub Austria, RB Salzburg, ini tidak banyak merombak tim pada musim panas. Mereka masih mengandalkan sosok-sosok seperti Marcel Sabitzer, Timo Werner, dan Yussuf Poulsen.

Sebagai tim "baru," Leipzig memang tidak memiliki catatan gemilang di Liga Champions. Mereka bahkan baru satu kali berpartisipasi di kompetisi elit Eropa ini pada musim 2017/2018 dan pada debutnya itu harus tersingkir di fase grup.

Baca juga: Ederson yakin Bayern Muenchen kuat di Liga Champions berkat Coutinho

Zenit St Petersburg melengkapi komposisi "serba mungkin" di Grup G. Zenit merupakan juara Liga Rusia musim lalu, dan saat ini menduduki peringkat kedua dengan koleksi poin yang sama dengan tim peringkat pertama, yakni 20 poin dari sembilan pertandingan.

Klub berkostum biru-biru ini telah absen sebanyak tiga kali dari Liga Champions. Namun pencapaian tertinggi mereka di Eropa sejauh ini hanyalah 16 besar.

Bahkan pada penampilan terakhirnya di 16 besar, yakni pada musim 2015/2016 adalah Benfica. Klub Portugal tersebut juga pernah menghentikan langkah Zenit pada fase serupa pada Liga Champions 2010/2011.

Klub yang dimiliki oleh BUMNnya Rusia, Gazprom, ini mendatangkan sejumlah pemain baru untuk menambah kekuatan tim pada musim panas.

Dari enam pemain baru yang didatangkan, sejauh ini bek Douglas Santos menjadi yang paling konsisten. Ia bahkan mencatatkan jumlah menit bermain paling banyak peringkat ketiga di tim, dan telah menyumbang satu assist.

Sisanya Zenit masih bergantung pada kekuatan inti lama seperti Magomed Ozdoev, Sebastian Driussi, dan Artem Dzyuba.

Jadwal pertandingan penyisihan Grup G (dalam WIB, tuan rumah disebut pertama):

Selasa (17/9) Olympique Lyon vs Zenit St. Petersburg

Rabu (18/9) Benfica vs RB Leipzig

Kamis (3/10) Zenit St. Petersburg vs Benfica
Kamis (3/10) RB Leipzig vs Olympique Lyon

Rabu (23/10) RB Leipzig vs Zenit St. Petersburg
Kamis (24/10) Benfica vs Olympique Lyon

Rabu (6/11) Zenit St. Petersburg vs RB Leipzig
Rabu (6/11) Olympique Lyon vs Benfica

Kamis (28/11) Zenit St. Petersburg vs Olympique Lyon

Kamis (28/11) RB Leipzig vs Benfica

Rabu (11/12) Benfica vs Zenit St. Petersburg
Rabu (11/12) Olympique Lyon vs RB Leipzig

Prediksi klasemen akhir:
1. Benfica
2. RB Leipzig
3. Zenit
4. Lyon

Baca juga: Grup F: Tiga raksasa perebutkan dua tiket fase gugur
Baca juga: Grup E: Mencari pendamping LIverpool

 

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BI prediksi September 2019 deflasi 0,19 persen

Komentar