counter

Harga tembakau di Temanggung di bawah kualitas

Harga tembakau di Temanggung di bawah kualitas

Petani di daerah Bulu, Jawa Tengah, menjemur tembakau. ANTARA/Heru Suyitno

Jika dilihat dari kualitasnya, tembakau tahun ini lebih baik dari tahun kemarin
Temanggung (ANTARA) - Hasil panen tembakau di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, tahun ini kualitasnya lebih baik dari tahun lalu, namun harga jual tembakau rajangan kering dinilai belum sesuai dengan harapan dan di bawah kualitas tembakau.

"Jika dilihat dari kualitasnya, tembakau tahun ini lebih baik dari tahun kemarin. Tetapi soal harga masih belum sesuai harapan," kata Sekretaris Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Agus Setyawan di Temanggung, Senin.

Ia mengatakan, dengan kualitas tembakau yang baik seharusnya harga jual tembakau bisa lebih tinggi dari tahun lalu, apalagi saat ini produksi tembakau menurun cukup banyak.

Ia menyebutkan meskipun saat ini sudah memasuki pucak panen tembakau, namun harga tembakau rajangan kering saat ini tertinggi baru sekitar Rp110.000 per kilogram untuk tembakau rajangan kering grade E.

"Harga jual itu di salah satu perwakilan pabrik rokok kretek di Temanggung," terangnya.

Menurut dia harga tembakau yang belum sesuai dengan harapan petani tersebut karena tidak adanya persaingan harga tembakau, bahkan hanya ada satu perwakilan pabrikan yang gencar melakukan pembelian tembakau.

Ia menuturkan jika ada persaingan perdagangan tembakau pada panen tahun ini, tembakau dengan kualitas grade E bisa di atas Rp120.000 per kilogram. Namun karena minimnya persaingan maka sampai saat ini belum ada kenaikan harga yang cukup signifikan.

Ia berharap pada panen tembakau tahun ini tidak ada penurunan harga jual tembakau rajangan kering hingga akhir panen.

"Meskipun harganya belum sesuai dengan harapan, paling tidak hingga akhir panen raya harga tembakau tetap stabil," katanya.

Petani asal Kledung Suhari mengatakan saat ini produksi tembakaunya mengalami penurunan, dengan demikian dirinya sangat berharap harga tembakau tidak mengalami penurunan.

"Tahun ini saya tanam tembakau sekitar satu hektar, kalau dalam kondisi normal produksinya antara tujuh sampai delapan kuintal tembakau rajangan kering, tetapi saat ini perkiraan saya paling banyak hanya produksi sekitar empat sampai lima kuintal saja," katanya.

Ia menuturkan dengan harga yang stabil, meskipun produksi turun pendapatan petani dari tembakau tidak mengalami penurunan yang terlalu banyak. 

Baca juga: akar dan batang tembakau petani akan diserap AVB
Baca juga: Produksi tembakau di Temanggung diprediksi turun

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar