counter

Info Haji

13 haji Debarkasi Surakarta tertunda kepulangannya

13 haji Debarkasi Surakarta tertunda kepulangannya

Sejumlah jamaah haji kloter 97 atau terakhir Debarkasi Surakarta yang merupakan masuk kategori resiko tinggi (Resti) saat tiba di asrama haji Donohudan Boyolali, Jateng, Minggu (15/9) malam. (Foto:Bambang Dwi Marwoto)

Boyolali (ANTARA) - Sebanyak 13 haji asal Debarkasi Surakarta Jawa Tengah masih tertunda kepulangannya ke Tanah Air karena masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi.

"Sebanyak 13 haji tertinggal di Arab Saudi itu, karena sakit, dan mereka akan dipulangkan ke Tanah Air dengan pesawat terbang reguler, karena kegiatan ibadah haji sudah selesai," kata Kepala Sub Bagian Penerangan, Humas, dan Protokol Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surakarta Agus Widakdo, usai ikuti apel pembubaran PPIH di asrama haji Donohudan Boyolali, Senin.

Menurut Agus 13 haji yang masih berada di Arab Saudi tersebut, yakni Padchurrodji Romli Mucharar (82), tergabung kloter 9 asal Klaten, dirawat di RS King Abdullah Jedah; Kusnijati Rapian Sakib (61) kloter 48 asal Kota Tegal, di RS King Abdullah Jedah; Dachri Warmo Umar (72), kloter 51 (Pemalang), di RS Hamid Sulaiman Al Ahmadi Hospital Medinah; Sulastri Kholil Maksum (68) kloter 58 (Pati) di RS King Fahad Medinah; Hanief Hardyanto Makmoer (80) kloter72 (Banjarnegara) di RS. Uhud Medinah; Kirsanto Sanrusdi Tirtadinala (65) kloter 72 (Purbalingga) di RS King Abdullah Mekah.

Baca juga: Haji kloter 97 Debarkasi Surakarta tiba di Tanah Air

Baca juga: 97 persen haji Debarkasi Surakarta sudah pulang ke daerah asal


Haji selanjutnya yang masih dirawat di Arab Saudi yakni Tuti Urwesi Sudiwiyoto (57) kloter74 asal Kabupaten Banjarnegara di RS Al Noer Mekah; Rasem Sudirjo Partadikrama (56) kloter 74 (Banjarnegara) di RS Al Noer Mekah; Munir Ghozali Muhamad (61) kloter 75 (Cilacap) di RS King Faisal (Syisha) Mekah; Samen Madrakis Mulya M (88) kloter 75 (Cilacap) di RS King Abdul Aziz (Al Zahir) Mekah; Khaeron Sumarto Kromo (80) kloter 89 (Kendal), di RS King Abdul Aziz (Al Zahir) Mekah; Suyono Marto Suradi (89) kloter 96 (Karanganyar) di RS King Abdul Aziz (Al Zahir) Mekah; Rofikudin Hatami Ismail (74) kloter 97 (Sleman) di RS Al Noer Mekah.

Menurut Agus karena kegiatan pemulangan jamaah haji sudah selesai hingga kloter 97 atau kloter terakhir penyelenggaraan tahun ini, maka haji yang masih tertinggal di Tanah Suci akan dipulangkan ke Tanah Air dengan pesawat terbang reguler.

Namun, kata dia, haji yang bersangkutan tersebut harus mendapat rekomendasi dari tim dokter yang menangani. Bila haji yang bersangkutan sudah dinyatakan layak untuk terbang oleh tim dokter langsung dipulangkan ke daerah asal.

"Soal biaya haji yang masih tertinggal di Arab Saudi semuanya biaya ditanggung negara hingga kepulangannya ke daerah asal," katanya.

PPIH Debarkasi Surakarta penyelenggaraan Ibadah Haji 2019 telah selesai dengan mendaratnya haji kloter 96 gabungan jamaah Provinsi Jateng dan 97 (DIY), di Bandara Adi Soemarmo Boyolali, pada MInggu (15/9) petang.

Menurut Agus jamaah haji kloter 97 justru mendarat terlebih dahulu di bandara pada pukul 16.57 WIB dengan sebanyak 338 orang, sedangkan kloter 96 pada pukul 17.14 WIb dengan 321 orang, sehingga jumlah total yang sudah dipulangkan sebanyak 34.675 orang dari 97 kloter.

"Jumlah jamaah yang diberangkatkan berhaji ke Tanah Suci sebanyak 34.756 orang, sedangkan yang dipulangkan 34.675 orang, ada selisih 81 orang," katanya.

Menurut dia, dengan adanya selisih sebanyak 81 haji tersebut terdiri dari meninggal dunia di Tanah Suci, sebanyak 67 orang, 13 orang tertinggal karena sakit, dan satu orang dipulangkan dengan pesawat terbang reguler, sehingga totalnya cocok 34.756 orang.

"Jumlah haji Debarkasi Surakarta yang meninggal di Tanah Suci penyelenggaraan tahun ini, 67 orang ditambah satu orang di asrama haji Donohudan atau menurun dibanding tahun sebelumnya, pada 2017 sebanyak 106 orang, dan 2018 ada 75 orang," katanya.

Baca juga: Bertambah menjadi 66 jamaah haji Debarkasi Surakarta yang meninggal
 

Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar