counter

"Jojo Rabbit" menang di festival film Toronto, berpeluang masuk Oscar

"Jojo Rabbit" menang di festival film Toronto, berpeluang masuk Oscar

Salah satu adegan dalam film "Jojo Rabbit" yang disutradarai Taika Waititi. (ANTARA News/Trailer Jojo Rabbit)

Jakarta (ANTARA) - "Jojo Rabbit" garapan sutradara Selandia Baru Taika Waititi memenangi penghargaan "people's choice" yang diberikan di akhir Festival Film Internasional Toronto.

Selama bertahun-tahun, biasanya pemenang penghargaan itu berpeluang besar sukses di Academy Award, demikian seperti dilansir Reuters.

Dalam 20 tahun terakhir, pemenang penghargaan Grolsch People's Choice yang dipilih berdasarkan pemungutan suara penonton di festival Toronto, telah memenangi film terbaik Oscar sebanyak lima kali yakni "Green Book" tahun lalu, "12 Years a Slave", "The King's Speech", " Slumdog Millionaire"dan" American Beauty."

Dua runner up Toronto, "Spotlight" dan "Argo," juga menang Oscar saat itu dan hampir semua pemenang penghargaan Toronto dalam kurun 10 tahun juga dinominasikan untuk film terbaik Oscar.

Runner up tahun ini adalah "Marriage Story" dari Noah Baumbach dan film Korea Selatan "Parasite" karya Bong Joon-ho. Sementara "The Platform" dari Galder Gaztelu-Urrutia dapat penghargaan Midnight Madness dan penghargaan dokumenter jatuh pada "The Cave" dari Feras Fayyad.

"Jojo Rabbit" adalah cerita satir tentang bocah Jerman berusia 10 tahun bernama Jojo (Roman Griffin Davis) pada Perang Dunia II, yang menemukan bahwa ibunya (Scarlett Johansson) menyembunyikan gadis Yahudi (Thomasin McKenzie) di loteng mereka dan meminta tolong pada teman khayalannya, Adolph Hitler (Waititi).

Dikutip dari Guardian, Waititi pernah bicara tentang kesulitan untuk mencari aktor yang berperan sebagai Hitler dan akhirnya karakter itu ia perankan sendiri.

"Kupikir susah bagi orang untuk melihat itu adalah pilihan yang bagus untuk karir, dan saya sangat mengerti. Siapa sih yang mau melihat mereka jadi Adolf Hitler di poster?"

Pekan lalu, Waititi mendapat penghargaan Ebert Director Award di festival itu, dan menuai pujian dari pemandu program festival Cameron Bailey yang mengatakan ia punya "humor yang tajam, gaya yang tak bercela dan kemurahan hati yang tak terbatas."

Dilansir Reuters, film populer yang dibuat oleh sutradara berdarah Maori-Yahudi itu di antaranya "Thor: Ragnarok", kisah pahlawan super Thor yang diangkat dari karakter komik Marvel. Dia juga dikenal lewat karya "Boy" dan "Hunt for the Wilderpeople".

Baca juga: Sutradara "Thor: Ragnarok" garap film komedi sindiran "anti Hitler"

Baca juga: Sutradara "Thor: Ragnarok" kembali untuk "Thor 4"
 

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar