counter

Mitsubishi perluas investasi 130 juta dolar AS

Mitsubishi perluas investasi 130 juta dolar AS

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong ditemui di halaman Kantor Presiden, Jakarta. ANTARA/Bayu Prasetyo.

Jakarta (ANTARA) - Mitsubushi Chemical Corporation (MCC) melalui anak perusahaannya, PT MC PET Film Indonesia (MFI) akan memperluas investasi senilai 130 juta dolar AS untuk membangun fasilitas baru guna meningkatkan kapasitas produksi polyester film.

Dalam siaran pers Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Jakarta, Senin, fasilitas baru itu dibangun seiring meningkatnya permintaan pada bidang industri polyester film terutama di Eropa.

Rencananya perluasan akan selesai pada akhir tahun 2021. Ada pun MCC telah memproduksi polyester film untuk aplikasi optik, industri dan pengemasan pada lima fasilitas produksi berlokasi di Jepang, China, Indonesia, Amerika Serikat, dan Jerman.

Baca juga: Menperin minta Mitsubishi tambah investasi garmen hingga petrokimia

"Di era persaingan saat ini, pelayanan dan kemudahan bagi investor menjadi faktor yang sangat penting bagi mereka untuk memutuskan berinvestasi. Kami selalu menyambut baik investasi-investasi yang masuk dan kami fasilitasi sebaik mungkin kebutuhan mereka," kata Kepala BKPM Thomas Lembong.

Sementara itu, Direktur Promosi Sektoral BKPM Imam Soejoedi mengatakan upaya pemerintah mengeluarkan insentif penanaman modal tax holiday para 2018 yang lalu telah mulai membuahkan hasil.

Dengan mekanisme yang baru, tidak sedikit perusahaan memperhitungkan investasi skala besarnya di Indonesia. Perusahaan ini terdiri dari investor loyal yang ingin melakukan perluasan dan juga investor baru. Khususnya untuk investor Jepang, kabar disetujuinya satu perusahaan Jepang yang mendapatkan tax holiday sangat cepat menyebar di kalangan pengusaha.

Baca juga: Mitsubishi siap investasi kendaraan emisi rendah di Indonesia

"Hal ini memberikan dampak positif yang luar biasa bagi Indonesia. Selain Mitsubishi Chemical, setidaknya tercatat ada delapan perusahaan yang sedang dalam tahap serius mempertimbangkan usahanya di Indonesia. Diantaranya di sektor otomotif, kimia dasar, makanan dan minuman, pembangkit listrik, dan jasa lainnya," ungkapnya.

Di pasar polyester film, MCC mengantisipasi pertumbuhan berkelanjutan dalam aplikasi optik untuk tampilan. Selain itu, permintaan polyester film terutama untuk proses pembuatan komponen elektronik menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa.

"Faktor-faktor di balik pasar yang menguntungkan ino termasuk perluasan penggunaan komponen elektronik dalam industri otomotif dan peningkatan produksi komponen elektronik, seperti Multilayer Ceramic Capacitors (MLCCs) yang didorong oleh meningkatnya jumlah BTS yang kompatibel dengan 5G dan peningkatan yang berkelanjutan dalam peralatan telekomunikasi," kata Presiden Direktur PT MFI Bambang H. Sastrosatomo.

MFI telah bekerja untuk memenuhi kenaikan permintaan pasar dengan meningkatkan efisiensi pabrik saat ini dan langkah-langkah lainnya, dan mampu memproduksi 20.000 ton polyester film setiap tahunnya.

Akan tetapi, dengan pertimbangan proyeksi pertumbuhan permintaan, MFI memutuskan untuk membangun fasilitas baru dengan skala 25.000 ton per tahun, yang berarti akan meningkatkan kapasitas produksinya lebih dari dua kali lipat, yaitu menjadi 45.000 ton.


 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden beri waktu satu bulan selesaikan kebijakan permudah investasi

Komentar