Kemenag: minhaj publikasi pop perluas penyebaran penelitian keagamaan

Kemenag: minhaj publikasi pop perluas penyebaran penelitian keagamaan

Kepala Balai Litbang Agama Jakarta Nurudin (tengah) dalam bedah buku "Politik Sirkulasi Budaya Pop" karya Wahyudi Akmaliyah di Jakarta, Senin (16/9/2019). ANTARA/Anom Prihantoro/am.

Buku ini bagus apalagi sesuai konteks saat ini, perlu sarana-sarana mempermudah masyarakat luas lebih tahu tentang berbagai hal, termasuk aspek-aspek ilmiah yang dibahasakan lebih mudah
Jakarta (ANTARA) - Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta Kementerian Agama Nurudin mengatakan pihaknya menempuh minhaj publikasi populer sehingga keluaran penelitian keagamaan semakin menjangkau khalayak lebih luas.

"Inti utama karya ilmiah itu memberi kemanfaatan. Maka bisa kita menuangkan hasil-hasil karya ilmiah ke jurnal tetapi dari publikasi ini bisa dengan cara populer," katanya di sela acara bedah buku "Politik Sirkulasi Budaya Pop" di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan jumlah hasil penelitian Balitbang Agama Jakarta dan secara berangsur-angsur harus didorong agar keluaran riset dapat semakin mudah dinikmati publik dengan sajian yang ringan tanpa meninggalkan substansi.

Menurut dia, strategi publikasi ilmiah yang populer berpotensi memiliki manfaat yang lebih luas dari sisi penikmat atau pembacanya.

"Kami terbiasa menulis jurnal dan buku. Tetapi jika hal bermuatan berat itu bisa disederhanakan publikasinya dalam bentuk lain maka manfaat riset akan semakin masif dan memperkaya kajian ilmiah kita," kata dia.

Baca juga: Porsi peneliti Kemenag belum ideal

Nurudin mengatakan buku "Politik Sirkulasi Budaya Pop" yang ditulis peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Wahyudi Akmaliyah, mencontohkan kajian ilmiah yang panjang tulisannya berlembar-lembar dapat tersaji dalam bentuk lain secara ringan.

Buku yang merupakan kumpulan tulisan Wahyudi di berbagai media daring populer itu, berisi tentang esai berbagai bidang, seperti politik, keagamaan, dan budaya populer. Beberapa tulisan disarikan dari jurnal-jurnal ilmiah dipadukan dengan konteks kekinian dan dikemas secara ringan.

"Buku ini bagus apalagi sesuai konteks saat ini, perlu sarana-sarana mempermudah masyarakat luas lebih tahu tentang berbagai hal, termasuk aspek-aspek ilmiah yang dibahasakan lebih mudah," katanya.

Dia mengatakan buku tersebut menempuh strategi kajian ilmiah yang disajikan secara populer dan mengambil segmen lebih luas di tengah masyarakat untuk menyampaikan gagasan-gagasan besar dalam berbagai persoalan, seperti kebangsaan dan kehidupan sosial.

"Jadi ini salah satu contoh buku yang menyajikan isu aktual dalam sajian yang mudah dan dalam berbagai tema yang enak dibaca untuk hampir segmen yang begitu luas bukan hanya bagi akademisi," kata dia.

Baca juga: Membangun budaya dan tradisi menulis
 

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Korsel apresiasi Indonesia sebarkan budaya pop Korea - Wawancara khusus

Komentar