Presiden Jokowi ingin lakukan percepatan pembangunan perumahan

Presiden Jokowi ingin lakukan percepatan pembangunan perumahan

Presiden Joko Widodo bertemu pengurus dan anggota Real Estate Indonesia (REI) dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) di Istana Merdeka Jakarta, Senin (16/9/2019). (ANTARA/Desca Lidya Natalia).

Selama 4 tahun terakhir, pemerintah fokus melakukan percepatan pemenuhan kebutuhan perumahan terutama bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah
Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo ingin melakukan percepatan pembangunan perumahan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum.

"Pada sore hari ini saya ingin mendengar secara langsung dari REI, Apersi mengenai terobosan-terobosan apa yang harus kita lakukan dalam 5 tahun ke depan sehingga bisa kita carikan solusi yang konkret dan kita harapkan percepatan pembangunan perumahan betul-betul bisa kita realisasikan," kata Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Senin, saat menerima pengurus dan anggota Real Estate Indonesia (REI) dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi).

Pada acara tersebut, Presiden Jokowi didampingi antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong dan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo.

"Selama 4 tahun terakhir, pemerintah fokus melakukan percepatan pemenuhan kebutuhan perumahan terutama bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah sehingga bisa menurunkan 'backlog' rumah yang mencapai angka 11,4 juta," tambah Presiden.

Pada tahap berikutnya, pemerintah akan berkonsentrasi pada upaya percepatan penyediaan rumah yang layak bagi sekitar 945 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta 275 ribu prajurit TNI dan 360 ribu anggota Polri.

"Dari percepatan pemenuhan kebutuhan rumah ini kita mengharapkan bisa mendorong dan memberikan 'multiplier effect' pertumbuhan ekonomi," tambah Presiden.

Presiden juga mengapresiasi program satu juta rumah yang sedang dikerjakan Kementerian PUPR.

"Kedua capaian program satu juta rumah juga terus menunjukkan kinerja yang lebih baik dan meningkat ini angka-angkanya di 2015 terbangun 699 ribu kemudian pada 2016 sebanyak 805 ribu, pada 2017 sebesar 904 ribu dan untuk pertama kali di tahun 2018 mencapai 1,1 juta rumah sehingga total sudah 3,5 juta unit yang telah terbangun," jelas Presiden.

Jumlah tersebut akan diteruskan pada 2019 yang ditargetkan mencapai 1,25 juta rumah yang dibangun bagi masyarakat.

Baca juga: Legislator sebut pembangunan rumah murah juga tanggung jawab swasta
Baca juga: Pemerintah siapkan alternatif pembiayaan pembangunan rumah murah
Baca juga: Pemerintah targetkan 600.000 rumah selesai dibangun tahun ini

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden sebut dua tahapan menuju Indonesia Emas 2045

Komentar