counter

Menkes RI bertemu Menkes Iran tindaklanjuti kerja sama kesehatan

Menkes RI bertemu Menkes Iran tindaklanjuti kerja sama kesehatan

Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek berfoto bersama dengan Menteri Kesehatan dan Pendidikan Kedokteran Iran Saeed Namaki. ANTARA/HO-KBRI Tehran/am.

Biofarma juga telah dipercaya sebagai  Center for Excellence Vaccines Research Development OKI
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila Moeloek bertemu dengan Menteri Kesehatan dan Pendidikan Kedokteran Iran Saeed Namaki untuk menindaklanjuti kerja sama di bidang kesehatan.

Dalam siaran pers KBRI Tehran yang diterima di Jakarta, Senin, kedua menteri kesehatan sepakat untuk menindaklanjuti kerja sama untuk segera diimplementasikan dengan pemantauan program yang berkelanjutan.

Pertemuan bilateral antara Menkes RI dengan Menkes Iran sebagai tindak lanjut kerja sama kesehatan yang telah disahkan di Jenewa di sela-sela pertemuan Dewan Kesehatan Dunia.

Dalam pertemuan World Health Agenda di Jenewa Swiss pada Mei lalu, Indonesia menyatakan siap berkolaborasi dengan Iran dalam mengembangkan vaksin halal sekaligus memberikan pelatihan peningkatan kapasitas bagi negara Turki untuk belajar memulai produksi vaksin dalam negeri.

Baca juga: Menkeu tinjau fasilitas riset Bio Farma dukung ekspor vaksin
 

Saat ini BUMN produsen vaksin asal Indonesia PT Biofarma telah menjadi lead dalam hal produk vaksin guna memenuhi kebutuhan dalam negeri. Biofarma juga telah dipercaya sebagai  Center for Excellence Vaccines Research Development OKI (Organisasi Kerja Sama Islam).

Menteri Namaki menyampaikan sekitar 67 persen bahan mentah bagi industri farmasi di Iran disediakan oleh perusahaan lokal. Iran juga siap mengembangkan vaksin halal dari negara-negara Asia termasuk Indonesia.

Namaki memaparkan kebijakan Pemerintah Iran di bawah Presiden Hassan Rouhani di sektor kesehatan  lebih menitikberatkan pada penyediaan asuransi kesehatan, infrastruktur, penyakit ganas dan tindakan pencegahan terhadap penyakit menular.

Menurut Namaki, pemerintah Iran juga sedang membangun sistem rekam medis bagi warga negara Iran. Lebih lanjut disampaikan terdapat 66 perguruan tinggi bidang kedokteran di Iran dan sekitar 97 persen obat-obatan dipasok oleh lebih dari 1.200 industri lokal. Iran juga tengah membangun sejumlah industri di bidang alat-alat kesehatan.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek juga menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia telah mencanangkan dua program yaitu Program Nusantara Sehat yaitu program yang mengirim para dokter dan tenaga kesehatan untuk ditugaskan di daerah terpencil.

Program lainnya yaitu Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yaitu gerakan yang mempromosikan pola hidup sehat dimulai dari makanan dan aktivitas fisik.


Baca juga: Bio Farma minta PTN perhatikan kehalalan riset vaksin dan obat

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menkes minta RS di Sulteng prioritaskan kepuasan pasien

Komentar