counter

Adaro kucurkan Rp12,5 miliar beasiswa 128 mahasiswa ULM

Adaro kucurkan Rp12,5 miliar beasiswa 128 mahasiswa ULM

Ketua Dewan Pengawas Yayasan Adaro Bangun Negeri, Muhammad Effendi secara simbolis menyerahkan beasiswa kepada Rektor ULM Prof Dr H Sutarto Hadi. ANTARA/ Firman)

Banjarmasin (ANTARA) - Perusahaan tambang batu bara PT Adaro Indonesia kembali menjamin biaya kuliah untuk mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin  yang berasal dari wilayah kerja sekitar tambang perusahaan di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah total sebesar Rp12,5 miliar yang dikucurkan untuk 128 mahasiswa baru tahun akademik 2019-2020.

"Beasiswa dari Adaro ini sangat bagus, karena selain biaya kuliah dan uang hidup, mahasiswa juga mendapatkan pembinaan kepribadian. Sehingga bisa menempa mahasiswa menjadi lulusan yang tak tangguh dan berkarakter," terang Rektor ULM Prof Dr H Sutarto Hadi.

Hal itu dikatakan Sutarto saat Pembekalan Mahasiswa Indonesia Bright Future Leaders (IBFL) di General Building Student Activity Center ULM di Banjarmasin, Senin (16/9).
Baca juga: Adaro gelontorkan CSR Rp1,1 triliun untuk pendidikan

Dia berharap, mahasiswa yang menerima beasiswa IBFL dari Adaro Foundation yang menjadi bagian dari Program "Adaro Nyalakan Ilmu" itu, dapat memanfaatkan kesempatan emas yang sudah berhasil diraih.

"Keberuntungan sudah menerima beasiswa ini harus dimanfaatkan dengan membuktikan diri menjadi lulusan terbaik untuk membanggakan orangtua serta jadi pemimpin masa depan yang cerah
sesuai semangat dari IBFL," jelas Sutarto menekankan.
Ketua Dewan Pengawas Yayasan Adaro Bangun Negeri, Muhammad Effendi dan Rektor ULM Prof Dr H Sutarto Hadi berfoto bersama mahasiswa penerima beasiswa. (antara/foto/firman)


Sementara Muhammad Effendi selaku Ketua Dewan Pengawas Yayasan Adaro Bangun Negeri menyatakan, Adaro berkomitmen memfasilitasi mahasiswa yang punya semangat untuk meraih cita-cita guna merengkuh masa depan yang lebih cemerlang.

"Kami berterima kasih kepada ULM sudah melaksanakan seleksi begitu baik. Sehingga didapatkan para mahasiswa yang memang benar-benar berhak menerima beasiswa dari program IBFL," katanya.

Diharapkan Effendi, mahasiswa dapat menyelesaikan kuliah program sarjana maksimal 4 tahun sesuai dari lama studi yang ditargetkan Adaro.

"Gunakanlah waktu kuliah untuk memperoleh nilai pengetahuan. Harapan saya, mahasiswa ikut berorganisasi, sehingga selain mendapatkan ilmu juga kematangan diri guna menunjang kelancaran karir di masa yang akan datang," tandasnya memotivasi mahasiswa.
Baca juga: PT Adaro gelar lomba proposal pemberdayaan masyarakat

Pada kesempatan itu, tiga perwakilan mahasiswa penerima beasiswa IBFL didaulat memberikan testimoninya yaitu Muhammad Ihza Mahendra dari Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, Arini Karima dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan Rida Maulida dari Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Ketiganya kompak mengaku tidak menyangka bisa mendapatkan beasiswa dari salah satu perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia itu. Mengingat proses seleksi dilakukan secara tertutup oleh ULM tanpa diketahui oleh calon penerima beasiswa.

"Saya kaget dan tidak menyangka bisa kuliah di ULM secara gratis dengan bantuan Adaro. Sebelumnya saya hanya mendaftar seleksi jalur umum dan tiba-tiba dihubungi oleh ULM bahwa saya terdaftar penerima
IBFL. Alhamdulilah dan sangat bersyukur dapat kuliah di kampus ternama dan terbesar di Kalimantan ini tanpa membebani orangtua," ucap Muhammad Ihza Mahendra yang kuliah di Program Studi Ilmu Hukum.

Tahun ini beasiswa IBFL tak hanya menyasar mahasiswa yang berasal dari wilayah sekitar tambang, namun juga memberikan kesempatan yang sama untuk yang berprestasi secara akademik serta dari keluarga kurang mampu secara ekonomi sesuai standar seleksi yang diterapkan ULM.
Baca juga: Adaro ingin Tabalong jadi kabupaten pertama bebas BABS di Kalimantan

Program IBFL di ULM sudah berjalan untuk tahun kedua. Pada 2018 lalu, sebanyak 108 mahasiswa baru tahun akademik 2018-2019 menerima beasiswa serupa.

Direktur Adaro Foundation Okty Damayanti menuturkan, beasiswa menjamin biaya kuliah selama 4 tahun serta memberikan uang saku perbulan untuk biaya hidup.

Adaro juga membangunkan asrama mahasiswa sebagai tempat tinggal sekaligus memberikan pembekalan pendidikan karakter yang pelaksanaan programnya juga dijamin oleh perusahaan yang berkomitmen memberikan dampak positif ke masyarakat di daerah usahanya ke arah lebih baik dalam bidang ekonomi lokal, pendidikan, kesehatan, sosial budaya dan lingkungan yang lebih lestari.

Pewarta: Firman
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar