Meksiko pertimbangkan penangguhan hukum kasus narkoba hingga aborsi

Meksiko pertimbangkan penangguhan hukum kasus narkoba hingga aborsi

Gembong mafia narkotika paling menakutkan di Meksiko, kartel Sinaloa, Joaquin "Chapo" Guzman, sudah ditangkap beberapa bulan sebelum ini dan terancam diekstradisi ke AS (Reuters)

Kota Meksiko (ANTARA) - Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador telah mengirimkan rancangan undang-undang (RUU) kepada Kongres tentang pemberian pengampunan kepada narapidana dengan kasus pelanggaran ringan, termasuk aborsi dan kepemilikan narkoba jumlah kecil.

Hal itu dinyatakan oleh pemerintah Meksiko pada Senin.

“Pengampunan ini akan memberikan manfaat bagi mereka yang dipenjara karena kejahatan ringan, bukan pembunuhan atau penculikan ataupun yang menyebabkan luka serius kepada orang lain,” tulis Lopez Obrador dalam pembukaan RUU itu.

Lopez Obrador memberikan pengampunan hukum sebagai strategi untuk menurunkan catatan tingkat kekerasan di Meksiko, yang dirusak oleh perselisihan antargeng narkoba lebih dari sepuluh tahun terakhir sehingga menyebabkan ribuan orang tewas.

Dalam kampanye, dia menyebut akan menjajaki pengampunan kepada narapidana untuk mengurangi pendekatan konfrontasional dalam menangani kasus kekerasan yang diharapkan bisa melibatkan anggota geng. Namun, pendapat ini masih belum jelas.

RUU tersebut dibuat tidak secara spesifik mengenai pengampunan bagi anggota kelompok kriminal yang terorganisasi.

Bagaimanapun, Lopez Obrador berpendapat bahwa grasi harus ditujukan bagi orang-orang rentan yang dihukum karena menjadi kurir atau menjual narkoba di bawah ancaman, dan penjara cenderung mendorong mereka masuk ke dalam organisasi kejahatan.

Asalkan mereka tidak akan mengulangi perbuatannya, RUU itu akan melindungi narapidana perampokan tanpa kekerasan yang dihukum emat tahun atau kurang, perempuan yang melakukan aborsi, dan dokter yang memfasilitasi aborsi.

Di sebagian besar negara di luar Meksiko, aborsi adalah tindakan melanggar hukum, dengan pengecualian korban pemerkosaan.

Dalam RUU itu disebutkan bahwa tujuannya adalah menolong masyarakat miskin atau masyarakat adat Meksiko yang mempunyai keterbatasan akses terhadap layanan hukum.

Sementara perempuan dan anak muda, tertulis dalam RUU itu, sebagai kelompok khusus yang rentan dalam penerapan hukum pidana Meksiko.

Selain itu, RUU tersebut menjamin pengampunan bagi terdakwa fitnah ataupun akibat kegiatan politik, asalkan tidak terkait dengan terorisme, tidak terlibat penculikan, atau menyebabkan bahaya bagi orang lain dan menggunakan senjata api.

Baca juga: AS-Meksiko akan bentuk tim perangi kartel narkoba
Baca juga: Brasil tangkap gembong narkoba paling ditakuti Meksiko
Baca juga: Keponakan gembong kartel narkoba Sinaloa dibunuh di Meksiko

Penerjemah: Suwanti
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar