Kepala BKKBN pangkas kegiatan-perjalanan dinas tidak penting

Kepala BKKBN pangkas kegiatan-perjalanan dinas tidak penting

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo memberikan keterangan pada wartawan di Surabaya, Senin (16/9/2019). ANTARA/Aditya Ramadhan

Saya pengalaman di kabupatenlah, ya saya jadi tahu
Surabaya (ANTARA) - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Hasto Wardoyo memangkas berbagai kegiatan dan perjalanan dinas karyawannya yang dianggap tidak penting dan tidak memiliki dampak pada fokus program utama.

"Saya mematok harus dipangkas, sehingga nanti prioritas mana yang diambil. Satu yang saya tekankan, salah satunya perjalanan dinas, rapat-rapat yang tidak penting," kata dia dalam acara Konsolidasi Perencanaan dan Penganggaran BKKBN di Surabaya, Senin.

Ia menyampaikan kepada para pegawai BKKBN dari seluruh daerah bahwa dari sekitar 1.200 kegiatan yang sudah direncanakan akan dipotong menjadi 900 kegiatan.

Hasto yang menjabat Bupati Kulon Progo periode 2011-2019 tersebut, menginginkan kegiatan fokus pada program utama, yakni bidang kependudukan; keluarga berencana; dan pembangunan keluarga yang dibuat menjadi satu kegiatan utuh.

Dia menginginkan kegiatan yang lebih sedikit namun besar dan memiliki daya ungkit besar ketimbang kegiatan yang sifatnya kecil-kecil namun banyak sehingga tidak terfokus.

Baca juga: Kepala BKKBN: Bonus demografi hadapi tantangan serius

Hasto meminta kepada pegawainya untuk fokus masing-masing pada programnya dan jangan ada kegiatan yang tidak tersinkronisasi antara satu dengan yang lain.

Kepala BKKBN yang berlatar dokter spesialis kandungan dan kebidanan itu, menjelaskan bahwa telah memahami betul perilaku aparatur sipil negara dalam memanfaatkan anggaran untuk kegiatan yang diada-adakan sehingga dinilai hanya membuang-buang biaya.

"Saya pengalaman di kabupatenlah, ya saya jadi tahu," kata Hasto yang menjabat Bupati Kulom Progo dua periode itu.

Oleh karena itu, ia meminta kepada pegawainya untuk membuat program yang bisa memberikan dampak langsung ke masyarakat, mulai dari sosialisasi ataupun riset yang bisa memberikan manfaat ke masyarakat.

"Saya kira penganggaran yang langsung menyentuh pada rakyat sebesar-besarnya harus kita lakukan," kata Hasto.

Baca juga: BKKBN ajak generasi milenial Babel manfaatkan bonus demografi
Baca juga: Kepala BKKBN minta mahasiswa banyak membaca


Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Budaya merantau jadi kendala Sumbar nikmati bonus demografi

Komentar