counter

Barasuara jadi band pembuka konser The 1975 di Jakarta

Barasuara jadi band pembuka konser The 1975 di Jakarta

Personel kelompok musik Barasuara, Iga Massardi (tengah), Asteriska (kanan) dan Puti Chitara (kiri) menghibur penonton saat tampil dalam Soundrenaline 2019 di Garuda Wisnu Kencana, Badung, Bali, Minggu (8/9/2019). (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)

Jakarta (ANTARA) - Band Barasuara telah dikonfirmasi untuk ambil bagian dalam konser band asal Inggris, The 1975 di Helipad Parking Ground, Gelora Bung Karno, Jakarta pada tanggal 29 September mendatang.

"It's official! @barasuara will be support act for #The1975Jakarta," dilansir dari unggahan promotor konser tersebut, Sound Rhythm pada Senin malam.

 

Tiket dimulai dari harga Rp750,000 untuk tier festival B dan Rp950,000 untuk tier festival A, dan dapat dibeli secara daring melalui laman TND-Live maupun Tokopedia.

Konser bertajuk "A Brief Inquiry into Online Relationship" ini akan menjadi kedua kalinya bagi band yang digawangi Matthew Healy (vokalis), Adam Hann (gitaris), Ross MacDonald (bassis), dan George Daniel (drummer) tampil di Jakarta setelah acara "We The Fest" pada 2016 lalu.

Tur Asia mereka dimulai di Seoul, Korea Selatan pada 6 September di Seoul. Tanggal main band dari Manchester ini di Jakarta adalah tambahan terbaru untuk tur mereka, setelah dikonfirmasi untuk tampil di Singapura pada 16 September.

Masih ada kemungkinan bahwa akan ada lebih banyak tanggal yang ditambahkan ke tur Asia mereka, mengingat ada dua minggu waktu luang antara penampilan mereka di Singapura dan Jakarta.

Sementara itu, The 1975 merupakan salah satu band dengan penjualan album terlaris di Inggris. Tur mereka tahun ini di Inggris dan Amerika Serikat pun habis terjual. Matt Hayley cs juga menjadi sorotan utama pada festival musik terkemuka, Reading & Leeds.


Baca juga: Barasuara tampil humoris dalam video musik "Pikiran dan Perjalanan"

Baca juga: Gerald Situmorang rilis album solo kedua

Baca juga: Tiga band lokal buka penampilan Franz Ferdinand di Jakarta

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar