counter

Legislator berharap ada kesepakatan tanpa keonaran jelang pilkada

Legislator berharap ada kesepakatan tanpa keonaran jelang pilkada

Salah satu spanduk yang dipasang calon kontestan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2020. ANTARA/Victorianus Sat Pranyoto

Sleman (ANTARA) - Anggota DPRD Kabupaten Sleman Untung Basuki Rahmat memandang perlu ada kesepakatan untuk menciptakan suasana damai menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah pada tahun 2020.

"Pada tahun depan, selain pemilihan kepala daerah (pilkada) juga akan ada pemilihan kepala desa (pilkades) sehingga perlu kesepakatan bersama untuk membuat pemilihan yang damai," kata Untung Basuki di Sleman, Selasa.

Menurut dia, pihaknya sengaja menggagas Sleman Ayem, Gayeng, lan Tentrem bersama jajaran tokoh masyarakat dan perwakilan partai yang duduk di parlemen.

"Bersaing itu tidak harus dengan menyebarkan hoaks dan saling membenci," katanya.

Baca juga: PDIP Sleman buka pendaftaran bagi kader yang maju Pilkada 2020

Pilkada yang paling penting, menurut  Untung Basuki ​​​​​, adalah adu gagasan dan program. Tidak perlu mengeluarkan kata-kata yang tidak terpuji dan menjelek-jelekkan lawan.

"Siapa pun yang terpilih, artinya gagasannya yang lebih diterima oleh masyarakat. Intinya itu untuk membuat Sleman maju dalam segala bidang," katanya.

Sebelumnya, Bupati Sleman Sri Purnomo mendorong kepala desa untuk maju dalam bursa Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2020.

"Makin banyak yang muncul, makin baik," katanya.

Ia juga mengharapkan ada dari kalangan birokrasi yang juga berani untuk maju pada pilkada tahun mendatang.

Baca juga: Mulai bermunculan calon kontestan Pemilihan Bupati Sleman 2020

"Tentunya jika ada PNS maju, yang bersangkutan harus mengundurkan diri atau pensiun dini," katanya.

Sri Purnomo memberikan apresiasi jika ada dari kalangan birokrasi yang berani maju.

"Siapa pun dari birokrasi bisa maju, yang jelas harus pensiun dini atau mengundurkan diri. Keberanian semacam ini patut diapresiasi," katanya.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun yang pada Pilbup Sleman 2020 memiliki kesempatan mencalonkan diri, mengaku sudah ada beberapa partai yang mencoba melamarnya untuk maju sebagai calon bupati.

"Sudah ada yang melamar tetapi belum menentukan keputusan," katanya.

Menurut dia, penentuan akan maju dengan parpol apa perlu pertimbangan yang matang. Waktu yang diperlukan untuk bernegosiasi dengan partai juga masih panjang sehinga tidak mau terburu-buru.

"Apalagi, pendaftarannya masih lama," katanya.

Baca juga: Parpol di Sleman masih sembunyikan kader jelang Pilkada 2020

Pada Pilbup Sleman 2020, dia meminta kontestan bersaing secara sehat, atau tidak ada yang saling menjelek-jelekkan.

"Perangnya itu harusnya perang gagasan, apa yang akan dilakukan untuk Sleman selama 3 tahun ke depan. Pilkada 2020 itu nantinya masa jabatan tidak sampai 4 tahun," katanya.

Sri Muslimatun mengaku saat ini tidak mau terlalu memikirkan masalah pilkada, tetapi fokus bekerja sebagai Wakil Bupati Sleman.

Pewarta: Victorianus Sat Pranyoto
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pilkada Pandeglang 2020 telan anggaran Rp68,2 miliar

Komentar