Festival Lembah Lore Poso angkat kearifan lokal jaga kelestarian alam

Festival Lembah Lore Poso angkat kearifan lokal jaga kelestarian alam

Ilustrasi--Situs Megalitikum. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara) (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/)

Sejak 1977 UNESCO telah menetapkan TNLL sebagai salah satu cagar biosfer di dunia yang perlu dijaga kelestarian flora dan fauna di dalamnya
Poso (ANTARA) - Festival Lembah Lore di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, akan mengangkat kearifan lokal masyarakat di sekitar kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) dalam menjaga kelestarian hutan dan alam di wilayah itu.

"Sejak 1977 UNESCO telah menetapkan TNLL sebagai salah satu cagar biosfer di dunia yang perlu dijaga kelestarian flora dan fauna di dalamnya," kata Kepala Balai Besar TNLL, Jusman di Palu, Selasa.

Baca juga: Festival Lembah Lore akan perkenalkan 1.000 megalith

Baca juga: Kearifan lokal Masyarakat Lembah Bada dan Cagar Biosfer Lore Lindu


Ia menyebutkan untuk pertama kalinya, akan digelar festival Lembah Lore dipusatkan di Desa Wanga, Kecamatan Lore, Kabupaten Poso pada 20-22 September 2019.

Di lokasi kegiatan akan dilaksanakan juga pemeran produk komunitas makanan, minuman dan hasil-hasil kerajinan tangan yang bahan bakunya, berasal dari desa masing-masing.

Termasuk pula pameran tanaman obat-obat tradisional, pertunjukan seni tradisional dan berbagai lomba. Kegiatan dimaksud bertema "Merajut Tradisi Melestarikan Alam".

Menurut dia, kegiatan diselenggarakan berdasarkan potensi yang ada untuk mengembangkan produk dan mata pencaharian masyarakat lokal dan kebutuhan akan keterlibatan dan dukungan publik.

Festival itu juga diharapkan menjadi jalan bagi penghidupan dan community enterprises yang berkelanjutan untuk dilihat dan dihargai oleh masyarakat luas.

Pemerintah Kabupaten Poso, kata dia, sangat mendukung kegiatan tersebut dan berharap akan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat dan juga tentu menarik kunjungan wisatawan mancanegara dalam jumlah lebih besar.

Baca juga: Besok Festival Danau Poso dimulai, diharapkan banyak wisman datang

Di Dataran Lore tersebar ribuan situs perbubakala yang selama ini menjadi daya tarik bagi para wisatawan dari belahan dunia datang baik sebagai turis maupun mahasiswa dan para peneliti.

Karena itu, kegiatan seperti ini penting dan bisa menjadi agenda tahunan bagi kegiatan-kegiatan kepariwisataan di Kabupaten Poso.

Apalagi, jarak dari Palu sampai ke Dataran Lore hanya sekitar 100-an km dengan akses jalan yang memadai ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat selama tiga jam.

Dari Kota Palu, kata Jusman, para wisatawan bisa mampir di objek wisata Danau Tambing yang terletak di jalur Trans Sulawesi Palu-Palolo-Napu.

Baca juga: Festival Danau Poso Bukti Sulteng Aman

Lokasi objek wisata Danau Tambing sendiiri berada diatas ketinggian sekitar 1.700 meter dari permukaan laut dengan udara yang  sejuk dan para pengunjung dapat dimanjakan dengan alam yang indah dan juga berbagai obyek menarik terutama melihat "surga" ratusan jenis burung yang hidup dan berkembang biak di hutan sekitarnya.

Baca juga: Objek wisata alam Danau Tambing perlu dibenahi
 

Pewarta: Anas Masa
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Generasi muda sebagai agen perubahan isu lingkungan

Komentar