Pemimpin Hong Kong: Dialog untuk redakan ketegangan pekan depan

Pemimpin Hong Kong: Dialog untuk redakan ketegangan pekan depan

Seorang pemrotes anti-pemerintah melempar bom Molotov saat demonstrasi di dekat Kompleks Pemerintah Pusat di Hong Kong, China, Minggu (15/9/2019). ANTARA/REUTERS/Tyrone Siu/pri

Hong Kong (ANTARA) - Pemimpin Hong Kong, Selasa, mengatakan ia akan secara langsung terlibat bersama tim pemerintah dalam satu dialog dengan masyarakat pekan depan, sementara menyerukan diakhirinya kerusuhan yang merongrong kota itu selama tiga bulan.

Carrie Lam mengatakan babak pertama dialog akan diselenggarakan pekan depan, demikian laporan Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa. Ia menambahkan babak itu akan dimulai sesegera mungkin, dan semua anggota masyarakat bisa datang.

Baca juga: Carrie Lam berharap pencabutan RUU ekstradisi bantu selesaikan krisis

Gerakan protes yang menentang rancangan undang-undang yang mestinya mengizinkan orang yang dinyatakan bersalah di China dikirim ke sana untuk diadili telah berkembang menjadi gerakan lebih besar anti-pemerintah yang mendorong bagi kebebasan demokrasi yang lebih luas di kota yang dikuasai China itu.

Setelah berbulan-bulan menghadapi tekanan, Lam akhirnya menyerah pada satu tuntutan pemrotes dengan mengumumkan pencabutan total RUU Ekstradisi pada 4 September, dengan dukungan Beijing.

Baca juga: Inggris seru penyelidikan independen protes Hong Kong

"Masalahnya jauh dari cuma RUU tersebut," kata Lam kepada wartawan, termasuk perumahan dan kekurangan lahan di salah satu kota dengan penduduk paling padat di dunia, 7,4 juta warga.

Tapi sebagian orang mengatakan itu terlalu sedikit, sangat terlambat, dan protes tersebut terus berlanjut dengan bentrokan sengit pada akhir pekan, yang disulut sebagian oleh kemarahan luas masyarakat terhadap dugaan kebrutalan polisi dan penyalah-gunaan kekuasaan.

Lebih dari 1.400 orang telah ditangkap oleh polisi sejauh ini.

Baca juga: Xi: Tidak ada toleransi bagi yang menantang China

Sumber: Reuters

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemerintah siap beri bantuan jurnalis Yuli korban deportasi di Hong Kong

Komentar