counter

Jelang musim hujan, tiga waduk di Jakarta Timur diperdalam

Jelang musim hujan, tiga waduk di Jakarta Timur diperdalam

Seorang bocah perempuan bermain di bantaran Waduk Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (17/9/2019). Pemprov DKI Jakarta memperdalam area waduk dalam rangka mengatasi banjir menjelang musim hujan. ANTARA/Andi Firdaus/pri

Iya (akhir September 2019), paling tidak dengan kondisi yang ada daya tampungnya air bisa lebih banyak sebelum dikeruk, katanya
Jakarta (ANTARA) -
Sebanyak tiga area tangkapan air berupa waduk di wilayah Jakarta Timur diperdalam kapasitas tampungnya guna mengantisipasi luapan sejumlah sungai menjelang musim hujan 2019.
 
"Waduk yang sedang diperdalam di antaranya Waduk Pondok Ranggon, Waduk Cimanggis, dan Waduk Kampung Rambutan," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Juaini Yusuf, di Jakarta, Selasa.
 
Menurut Juaini, pengerukan dilakukan bertepatan dengan musim kemarau karena kondisi permukaannya sudah banyak lumpur.
 
Proses pengerukan sedimentasi lumpur berlangsung sejak Juni 2019 di bawah koordinasi Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta.

Baca juga: Jelang musim hujan, lima eksvator perdalam Waduk Pondok Ranggon
 
Waduk Pondok Ranggon seluas 8,4 hektare saat ini tengah diperdalam sekitar delapan meter sebagai area tangkapan air menuju Kali Sunter.
 
Keberadaan Waduk Pondok Ranggon, diharapkan bisa mengantisipasi banjir yang selama ini menerjang kawasan Cipining Melayu, Cipinang Muara dan sekitarnya.
 
Waduk Cimanggis di Kecamatan Ciracas difungsikan sebagai area tangkapan air yang menuju Kali Cipinang agar tidak meluap ke permukiman warga di Ciracas.

Baca juga: Cegah pendangkalan, Pemprov DKI keruk Waduk Pluit
 
Sedangkan Waduk Kampung Rambutan di RT17 RW06 Jalan Bungur, Kampung Rambutan, Ciracas, masih dalam proses pembentukan struktur waduk sejak proyeknya bergulir pada 2018.
 
Juaini menambahkan kegiatan pengerukan waduk ditarget rampung pada akhir September 2019.
 
"Iya (akhir September 2019), paling tidak dengan kondisi yang ada daya tampungnya air bisa lebih banyak sebelum dikeruk," katanya.

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar