Gandeng Traveloka, Disparbud DKI Jakarta ingin tingkatkan pajak daerah

Gandeng Traveloka, Disparbud DKI Jakarta ingin tingkatkan pajak daerah

Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Disparbud DKI Jakarta Hari Wibowo memberikan pernyataan pada awak media di Gedung Disparbud DKI Jakarta, Selasa (17/9/2019). (Antara/Ricky Prayoga)

Dengan tertautnya link antara Disparbud DKI dan Traveloka maka pajak daerah dari pendapatan hotel bisa terpantau
Jakarta (ANTARA) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi DKI Jakarta  menggandeng Traveloka untuk penyediaan informasi wisata dan perhotelan di Jakarta dengan menautkan laman web, harapannya bisa meningkatkan pajak pendapatan daerah dari kunjungan wisatawan.

"Dengan kerja sama ini, pendapatan daerah juga jadi terawasi dan pengaruhnya positif bagi pendapatan daerah," kata Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Disparbud DKI Jakarta Hari Wibowo, di Jakarta, Selasa.

Kerja sama tersebut, menautkan laman web jakarta-tourism.go.id milik Disparbud DKI yang berisi informasi pariwisata Jakarta, dengan milik Traveloka yang menyediakan akses untuk akomodasi berupa hotel dan jenis penginapan lainnya.

"Ke depan penerbangan juga akan dimasukan, ini baru awalnya saja. Begitu ini sudah terkoneksi sekarang ini, nyusul info penerbangan. Lalu ke depannya ada paket wisata seperti misalnya "create your own trip". Dalam waktu dekat pengembangannya, satu atau dua bulan ke depan dengan rencana informasi-informasi rute transportasi juga," ucap dia.

Dengan tertautnya link antara Disparbud DKI dan Traveloka, kata Hari, pajak daerah dari pendapatan hotel bisa terpantau karena setelah mendapatkan informasi pariwisata atau kegiatan Jakarta di web Disparbud DKI, para pengunjung akan langsung bisa memesan hotel atau penginapan yang ditawarkan Traveloka tanpa pindah web.

"Jadi orang yang pesan, klik lewat website dinas langsung dan di situ otomatis ada perhitungan pajaknya," ucap dia.

Dengan kerjasama ini, Hari mengharapkan ada peningkatan kunjungan ke laman web dinas yang nantinya akan berefek kepada kunjungan wisatawan di Jakarta sendiri.

"Untuk yang kerja sama hotel sudah jalan hari ini. Dengan kerjasama ini kami harap bisa meningkatkan jumlah kunjungan ke web dua kali lipat dari awalnya rata-rata hampir 10 ribu per bulan," ucap Hari menambahkan.

Diketahui, pajak hotel merupakan salah satu dari 13 sumber pendapatan Jakarta. Untuk tahun 2018 lalu Jakarta mendapatkan pendapatan dari pajak hotel sebesar Rp1,74 triliun dari target Rp1,7 triliun atau sebesar 102,69 persen.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemkot Bandung Beri Penghargaan 20 Perusahaan Taat Pajak

Komentar