counter

Separuh kuota data pelanggan Indosat digunakan untuk Youtube

Separuh kuota data pelanggan Indosat digunakan untuk Youtube

VP-Head of Sales West Java Area Indosat Ooredoo Hendi Gunawan (kiri) dan SVP-Head of Brand Management and Strategy of Indosat Ooredoo Fahroni Arifin (kanan) disela-sela jumpa pers acara Youtube FanFest 2019, di Bandung, Rabu (18/9/2019). ANTARA/Dok Humas Indosat Ooredoo/pri

Ternyata kuota yang dibeli oleh pelanggan kami itu separuhnya dipakai untuk YouTube
Bandung (ANTARA) - Sekitar separuh atau 50 persen kuota data yang dibeli oleh pelanggan Indosat Ooredoo digunakan untuk menonton video di situs berbagai video YouTube.

"Ternyata kuota yang dibeli oleh pelanggan kami itu separuhnya dipakai untuk YouTube," kata VP-Head of Sales West Java Area Indosat Ooredoo Hendi Gunawan, disela-sela jumpa pers acara YouTube FanFest 2019 di Bandung, Rabu.

Hendy mengatakan dengan adanya data tersebut bisa dikatakan ketergantungan pelanggan Indosaat Ooredoo akan situs berbagai video tersebut cukup tinggi.

Baca juga: Indosat Digital Camp beri 10.000 beasiswa "coding" bersertifikat

Baca juga: Indosat melelang 3.100 menara, ini perkiraan harganya


"Kebanyakan konsumen kami itu konsumen data dan di Jabar itu pemakaian data untuk paket unlimited YouTube menjadi program yang diterima masyarakat yang jadi primadona ternyata," kata dia.

Sementara itu, SVP-Head of Brand Management and Strategy of Indosat Ooredoo Fahroni Arifin menambahkan, pihaknya melihat traffic data harian Indosaat Ooredeoo ditempati oleh YouTube.

"Sekarang itu mau itu anak kecil, generasi milenial atau orang tua itu pasti nonton YouTube dari smartphone-nya. YouTube menjadi pos traffic terbesar kami," katanya.

Dia mengatakan saat ini generasi milenial Indonesia sudah banyak yang memanfaatkan YouTube untuk membuat konten digital yang ternyata disukai oleh banyak orang.

"Jangan salah, YouTuber dengan subscribers terbanyak di Asia itu adalah dari Indonesia," kata dia.

Oleh karena itu, Indosat Ooredoo meluncurkan kampanye Collaboration-Freedom to Collaborate yakni sebuah gerakan nasional untuk mendorong generasi muda Indonesia menciptakan konten digital yang positif dengan cara berkolaborasi, baik dengan pembuat konten yang berpengalaman, maupun dengan teman sendiri.

Baca juga: Indosat Ooredoo catat pertumbuhan positif pada semester I-2019

Melalui kolaborasi, katanya, anak muda dapat bebas mengekspresikan kreativitas tanpa batas sehingga mampu berkembang dan belajar lebih cepat.

Dia mengatakan sebagai bagian dari kampanye Collaboration ini, IM3 Ooredoo bekerja sama dalam YouTube FanFest yang akan hadir di 5 kota Indonesia yaitu Showcase Event Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Makassar dan Liveshow di Jakarta.

Bandung menjadi kota pertama pelaksanaan acara tersebut dan pada Showcase YouTube FanFest Bandung yang digelar pada tanggal 21-22 September 2019, IM3 Ooredoo akan bekerja sama dengan dua Kreator YouTube yaitu Yudist Ardhana dan Kery Astina.

Dalam Showcase ini Yudist dan Kery akan menunjukkan bagaimana mereka dapat menciptakan konten secara maksimal dan menarik dengan cara berkolaborasi, yang akan menginspirasi generasi muda untuk melakukan hal yang sama dengan teman, keluarga, atau bahkan dengan konten kreator sekalipun yang sudah memiliki banyak subscriber.

"Konten kreator atau YouTuber terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi, sehingga kini menjadi YouTuber bisa dijadikan sebuah profesi," katanya.

Baca juga: Indosat Ooredoo incar jadi perusahaan telekomunikasi digital terdepan


 

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar