Lima nominasi terbaik masuk final IndoHCF Innovation Awards

Lima nominasi terbaik masuk final IndoHCF Innovation Awards

Ketua Umum IndoHCF Dr. dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS memberikan keterangan di Jakarta, Sabtu (31/8/2019). (ANTARA/Aditya Ramadhan)

Tahun ini total 193 inovasi yang didaftarkan
Jakarta (ANTARA) - Sejumlah inovasi kesehatan yang termasuk dalam lima nominasi terbaik, melaju ke final IndoHCF Innovation Awards III-2019 yang dipelopori Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF).

"Nantinya kelima nominasi tersebut akan kembali diseleksi, sehingga hanya menyisakan tiga pemenang," kata Ketua Umum IndoHCF, Dr dr Supriyantoro SpP MARS dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu.

Terdapat empat kategori inovasi yang diperlombakan pada ajang IndoHCF Innovation Awards III-2019 yakni Inovasi Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), Inovasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Inovasi Alat Kesehatan, dan Inovasi ICT (Information And Communication Technology) Kesehatan.

Khusus untuk kategori Inovasi Program Germas terdapat dua sub kategori yaitu Program UKM (Upaya Kesehatan Masyarakat) dan Video Promosi Kesehatan.

IndoHCF Award yang merupakan program CSR dari PT IDS Medical Systems Indonesia bekerja sama dengan HaloDoc memberi kesempatan kepada finalis khusus Kategori ICT Bidang Kesehatan untuk mempresentasikan karya inovasinya langsung kepada calon penanam modal.

Baca juga: Kemenkes pamerkan berbagai inovasi teknologi kesehatan


Ia mengemukakan, agenda besarnya adalah bagaimana berbagai inovasi di bidang kesehatan baik hasil karya akademisi, praktisi maupun kelompok masyarakat, dapat dihilirisasi atau menjadi model.

Dengan cara mengindentifikasi inovasi di setiap daerah sehingga ada pihak-pihak yang tertarik untuk mengembangkan sampai ke tingkat nasional bahkan dapat bersaing di pasar global, katanya.

Menurut Supriyantoro, adanya kompetisi tersebut memunculkan inisiatif luar biasa bagi institusi di bidang kesehatan baik pemerintah maupun swasta untuk menghasilkan inovasi baru.

Para peserta berlomba menghadirkan solusi yang inovatif dan aplikatif guna meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

"Tahun ini total 193 inovasi yang didaftarkan. Kami terus mendorong para inovator ini tidak hanya bekerja sampai menemukan inovasi, tapi bagaimana mempertahankan inovasi tersebut agar terus berlanjut," kata Supriyantoro.


 Baca juga: Inovasi kesehatan usaha rintisan Indonesia siap tembus pasar global

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemenristek siap fasilitasi hasil riset kesehatan Unair

Komentar