Seluruh desa di Kecamatan Depok, Sleman sudah deklarasi layak anak

Seluruh desa di Kecamatan Depok, Sleman sudah deklarasi layak anak

Anak-anak bermain menggunakan alat-alat permainan yang ada di halaman Kantor Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. (ANTARA/Dewanto Samodro)

Sleman (ANTARA) - Sekretaris Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Wahid Bastoni mengatakan dari tiga desa yang ada di kecamatan tersebut seluruhnya sudah mendeklarasikan diri sebagai Desa Layak Anak.

"Desa-desa sudah didorong untuk menjadi Desa Layak Anak sejak tiga atau empat tahun lalu. Yang paling maju saat ini adalah Desa Condong Catur," kata Wahid saat menemui wartawan dari Jakarta di Sleman, Rabu.

Wahid mengatakan sekitar 26 persen penduduk Kecamatan Depok adalah anak-anak. Mereka bersekolah di 39 SD, 14 SMP, dan 10 SMA yang ada di wilayah Kecamatan Depok.

Baca juga: Puskesmas Lebdosari jadi contoh Puskesmas Ramah Anak di Semarang

Menurut Wahid, seluruh sekolah di Kecamatan Depok juga sudah mendeklarasikan diri menjadi Sekolah Ramah Anak.

"Untuk memenuhi hak partisipasi anak, juga sudah dibentuk Forum Anak di tingkat kecamatan dan desa. Mereka juga dilibatkan dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa," tuturnya.

Kantor Kecamatan Depok juga dirancang menjadi kawasan yang ramah anak. Selain terdapat alat-alat permainan seperti perosotan, ayunan, dan lain-lain, kantor kecamatan juga terbuka untuk kegiatan masyarakat termasuk Forum Anak.

Baca juga: Yogyakarta pertahankan predikat KLA kategori Nindya

"Hampir setiap hari, termasuk Sabtu dan Minggu selalu kegiatan di kecamatan. Kadang kami kewalahan mengalokasikan waktu," katanya.

Hingga akhirnya pihak kecamatan membuat kebijakan yang boleh mengadakan kegiatan di kecamatan hanya komunitas masyarakat dan anak-anak saja.

"Perguruan-perguruan tinggi yang dulu juga sering mengadakan kegiatan di kecamatan kami minta berkegiatan di kampusnya saja. Di Kecamatan Depok ini ada 35 perguruan tinggi negeri dan swasta," jelasnya.

Kabupaten Sleman berhasil meraih predikat Nindya dalam evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak 2019 yang diadakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengadakan kunjungan media ke beberapa kabupaten/kota yang meraih predikat Nindya dalam evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak 2019. Selain di Kabupaten Sleman, kunjungan media juga akan dilakukan ke Kota Semarang dan Kota Balikpapan.

Baca juga: Wali Kota Semarang: Sekolah harus jadi rumah kedua anak
Baca juga: Empat provinsi raih penghargaan Pelopor Provinsi Layak Anak 2019

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar