Polisi antisipasi kericuhan lanjutan di Manokwari

Polisi antisipasi kericuhan lanjutan di Manokwari

Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi (Antara/Toyiban)

Aksi ini berpotensi besar ditunggangi oleh pihak-pihak yang tidak betanggungjawab. Tentu ada upaya untuk membuat kekacauan, maka masyarakat diminta tidak perlu ikut-ikutan
Manokwari (ANTARA) - Kepolisian Resor Manokwari, Papua Barat, terus melakukan upaya antisipasi agar kericuhan dan aksi anarkis tidak kembali terjadi di daerah tersebut.

Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi, Rabu, menjelaskan, Dewan Adat Dewan Adat Papua (DAP) wilayah Doberay berencana menggelar aksi pada Kamis (19/9).

Aksi itu untuk menyikapi kasus rasisme Surabaya, tindakan penangkapan tersangka tindak kejatahan pada kerusuhan Manokwari agustus lalu serta beberapa tuntutan lainya.

"Untuk aksi besok kami sudah menerima surat pemberitahuan. Aksi akan dikoordinir oleh DAP wilayah Doberray versi Jon Warijo. Kami sudah jawab suratnya yang intinya kami tidak mengizinkan dengan beberapa catatan," kata Kapolres.

Beberapa point yang menjadi pertimbangan Kapolres atas pelarangan aksi tersebut bahwa, terkait kasus rasisme di Surabaya Polisi sudah melakukan penindakan dan menetapkan sejumlah tersangka.

Di sisi lain, Pemerintah Jawa Timur sudah menyampaikan permohonan maaf. Selain itu, di Manokwari sudah dilaksanakan deklarasi damai yang melibatkan seluruh suku.

"Aksi ini dibalut dengan kampanye damai budaya adat Papua, tapi di dalamnya mempermasalahkan kasus rasis, terkait resolusi PBB, juga mempersoalkan penangkapan tersangka kasus makar di Manokwari, termasuk mempersoalkan menetapan salah satu tersangka pada kasus ujaran rasis di Surabaya," sebut Kapolres.

Sesuai pemberitahuan yang diterima, massa akan melakukan longmach dari kantor DAP di Jl.Pahlawan menuju Lapangan Borarsi Manokwari.

Baca juga: Papua Terkini - Ketua dan anggota KNPB ditangkap di Sentani

Baca juga: Mayjen TNI Herman Asaribab dinilai putra terbaik Papua di TNI

Baca juga: Papua Terkini - Putra asli Papua jabat Pangdam XVII/Cenderawasih


Selain surat pemberitahuan resmi dari Pengurus DAP, lanjut Kapolres, polisi mendapati selebaran berisi seruan kepada masyarakat Papua untuk terlibat dalam aksi tersebut.

"Demi keamanan bersama kami tidak akan mengizinkan massa untuk longmach. Itu sangat beresiko, karena dapat memancing oknum untuk melakukan tindakan anarkis seperti 19 Agustus lalu," ujarnya lagi.

Ia pun mengimbau, masyarakat beraktivitas seperti biasa serta tidak terlibat dalam aksi tersebut. Manokwari sudah sangat kondusif dan harus dijaga agar masyarakat nyaman.

"Aksi ini berpotensi besar ditunggangi oleh pihak-pihak yang tidak betanggungjawab. Tentu ada upaya untuk membuat kekacauan, maka masyarakat sebaiknya tidak ikut-ikutan," ujarnya.

Terkait rencana aksi itu, sebut Kapolres, Polisi dibantu TNI terus bersiaga dan siap mengambil tindakan tegas jika massa memaksakan diri untuk longmach serta bertindak anarkis.

"Pasukan BKO Brimob dari sejumlah Polda masih disiagakan di Manokwari. Khusus untuk BKO masih ada 10 SSK dan mereka siap dikerahkan untuk melakukan pengamanan di setiap titik," pungkasnya.

Pewarta: Toyiban
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menjadi relawan pengajar di distrik terpencil di Sorong Papua Barat

Komentar