counter

Niki terpengaruh musik R&B karena sang ibunda

Niki terpengaruh musik R&B karena sang ibunda

Penyanyi Niki Zefanya saat konferensi pers peluncuran kolaborasi Guess x 88rising di Central Park Mall, Jakarta Barat, Kamis (19/9/2019). (ANTARA/Dea N. Zhafira)

cara paling mudah untuk cari inspirasi ya kamu harus banyak jalan-jalan saja
Jakarta (ANTARA) - Penyanyi Niki Zefanya atau Niki mengungkapkan bahwa selera musik sang ibunda turut mempengaruhi warna dari karya musik yang ia produksi, yakni lagu-lagu dengan genre classic R&B yang populer pada era 1990an.

"Aku sangat ter-influence dengan musik R&B tahun '90an. Mamaku juga sering dengerin Destiny Child, Mariah Carey, sampai Stevie Wonder. Jadinya aku jadi lebih suka sama musik R&B di era itu," ungkap Niki pada konferensi pers di Guess Central Park, Jakarta Barat, Kamis.

Namun, dalam hal inspirasi ketika menulis lagu-lagunya, musisi wanita pertama di label rekaman 88rising itu mengatakan bahwa inspirasi bisa datang kapan saja, mulai dari usai menonton film atau ketika ia berjalan-jalan.

"Inspirasi datang dari biasanya kalau aku nonton film atau ketika aku jalan-jalan. Itu biasanya datang begitu saja," ujar Niki.

"Dan sebenarnya cara paling mudah untuk cari inspirasi ya kamu harus banyak jalan-jalan saja," lanjutnya.

Sementara itu, Niki Zefanya merupakan penyanyi yang lahir dan besar di Jakarta pada 24 Januari 1999. Pelantun lagu "Lowkey" itu kemudian tinggal di Los Angeles, Amerika Serikat untuk menempuh karir bermusiknya di bawah label rekaman 88rising.

Ia sempat masuk dalam daftar The Best New Artists of 2018 versi media Complex, dan lagunya yang berjudul "Move!" juga menjadi lagu latar saat Apple memperkenalkan seri terbaru arloji pintar seri terbarunya, Apple Watch 5 beberapa waktu lalu.

Baca juga: Niki Zefanya ungkap tantangan berkarir di Amerika Serikat

Baca juga: Niki Zefanya sebut musik sebagai "pelarian"

Baca juga: Saran Niki Zefanya untuk musisi muda

Baca juga: Niki ingin kolaborasi bareng Lisa BLACKPINK

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar