counter

Kemenko Maritim undang wakil negara jelang AIS Startup Business Summit

Kemenko Maritim undang wakil negara jelang AIS Startup Business Summit

Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenko Kemaritiman Purbaya Yudhi Sadewa (kedua kiri) dalam pertemuan menjelang AIS Startup Business Summit 2019. (ANTARA/HO/Kemenko Kemaritiman)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koordinator Budang Kemaritiman mengundang 11 perwakilan negara sahabat anggota Forum Negara Kepulauan dan Pulau (AIS) menjelang pelaksanaan AIS Startup Business Summit (SBS) yang ajan digelar 30 Oktober-1 November 2019 mendatang.

“Kami ingin menyampaikan perkembangan persiapan AIS SBS 2019 dan meminta para duta besar untuk menyampaikan undangan kami kepada menteri terkait di negara anda,” kata Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenko Kemaritiman Purbaya Yudhi Sadewa dalam siaran pers di Jakarta, Kamis.

Purbaya menekankan fokus AIS SBS 2019 bukan pada pertemuan antar pemerintah karena juga akan melibatkan kalangan swasta. Ia menjelaskan tujuan AIS SBS 2019 adalah untuk merumuskan solusi-solusi cerdas dan inovatif dalam mengatasi tantangan perubahan iklim.

“Karena ini kami menggalang kolaborasi antara perusahaan startup (rintisan digital), investor, pelaku usaha dan institusi pemerintah seluas mungkin,” bebernya.

Kepala Perwakilan United Nations Development Program (UNDP) untuk Indonesia Christophe Bahuet menambahkan selain membahas tentang isu-isu kelautan, lingkungan hidup dan ekowisata, AIS SBS 2019 juga membahas kerja sama ekonomi.

“Tidak hanya inisiatif tentang lingkungan, dalam pertemuan AIS SBS di Manado kita juga membahas kerja sama dalam bidang ekonomi, yaitu ‘blue economy’,” jelasnya. UNDP sendiri merupakan mitra penyelenggara Forum AIS 2019.

Terdapat 10 negara peserta Forum AIS yang hadir dalam oertemuan yang digelar di Jakarta, Kamis, itu, yakni Jepang, Inggris, Irlandia, Singapura, Kepulauan Solomon, Papua Nugini, Filipina, Timor Leste, Fiji dan Guinea-Bissau.

Dubes Kepulauan Solomon Salana Kalu bahkan meminta ada bantuan peningkatan kapasitas dari negara-negara kepulauan yang besar kepada negara kepulauan yang kecil.

“Kami sangat mengapresiasi forum ini dan bila memungkinkan, kami minta negara kepulauan yang lebih berpengalaman dalam mitigasi bencana untuk membantu negara-negara pulau mengatasi dampak perubahan iklim,” pintanya.

Tak hanya meminta bantuan, negara-negara besar seperti Jepang juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan mitigasi dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim.

Tentang bentuk-bentuk kegiatan yang akan didukung oleh AIS melalui sekretariatnya, Penasehat Senior UNDP Abdul Situmorang menjelaskan pihaknya telah menyiapkan berbagai ahli terkait.

“Kita punya pakar-pakar lingkungan dan penyediaan energi listrik terbarukan yang siap memberikan bantuan asistensi kepada negara-negara peserta Forum AIS,” pungkasnya.

AIS SBS 2019 akan dilaksanakan 30 Oktober-1 November 2019 di Manado, Sulawesi Utara. Dalam pertemuan tersebut, ada tiga agenda utama yang akan dilaksanakan, yakni pameran inovasi dan bisnis, konferensi ekowisata kelautan, dan pertemuan tingkat menteri.

Kementerian Komunikasi dan Informatika akan mendukung acara tersebut dengan mengadakan workshop bagi startup digital. Selain itu, perusahaan digital besar seperti Google, Traveloka, dan Grab juga akan memberikan pelatihan bagi masyarakat.

 

 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Perumusan posisi Indonesia jelang Intergovernmental Conference

Komentar