counter

Anies minta surat resmi terkait bantuan untuk pembersihan Kalibaru

Anies minta surat resmi terkait bantuan untuk pembersihan Kalibaru

Sejumlah nelayan berusaha menepikan perahu di bibir pantai yang dipadati sampah di kawasan Pelabuhan Kali Baru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (8/9). Warga pesisir pantai di Kalibaru meminta Pemerintah Kota Adminitrasi Jakarta Utara untuk segera membangun Lahan Penampungan Sampah (LPS) sementara di pinggir pantai. Diharapkan dengan adanya LPS ini sampah-sampah yang ada di pinggir pantai dapat di diminimalisir oleh warga sehingga tidak mencemari lingkungan. (FOTO ANTARA/M Agung Rajasa )

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta Kabupaten Bogor mengirim surat resmi sebagai landasan memberikan bantuan untuk membersihkan sampah di Sungai Kalibaru.

"Kalau Bogor minta dibantu, kabari ke kami secara resmi. Nanti kami bisa eksekusi. Kami siap bantu," kata Anies di Jakarta, Kamis.

Menurut Anies, kewenangan terkait sungai di Jakarta ada pada Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC). Pemprov DKI pun harus meminta izin kepada BBWSCC untuk membersihkan sungai.

"Jakarta tentu bisa membantu kalau ada permintaan dan kami harus minta izin juga kepada yang punya kewenangan sungai karena kalau kita melakukan pembersihan pun, sebetulnya kami minta izin kepada BBWSCC. Karena sungai adalah di bawah kewenangan Kementerian PUPR," kata Anies.

Baca juga: Warga Bidaracina Keluhkan Pembuangan Sampah di Kali Ciliwung
Baca juga: Banyak Sampah di Kali Ciliwung, Banjir Kanal Barat
Baca juga: Kali Cideng sempat penuh sampah, ini penjelasan petugas kebersihan


Bupati Bogor Ade Yasin ingin Pemprov DKI Jakarta membantu mengatasi sampah di Kalibaru. Alasannya, air Sungai Kalibaru mengalir ke Jakarta.

"Persoalan Kalibaru ini kan mengalirnya ke Jakarta ya. Saya juga minta kepedulian dari Pemprov Jakarta untuk mengatasi masalah sampah di ini," kata Ade Yasin di gedung Sekretariat Daerah Kompleks Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (10/9).

Pemkab Bogor mengalami kendala dalam mengatasi sampah. Kendala itu, kata Ade, adalah keterbatasan alat dan sumber daya manusia (SDM).

"Sepertinya bukan persoalan sulit atau tidak. Tetapi kita ada keterbatasan peralatan dan tenaga. Kita juga mulai membangkitkan gerakan Jumat Bersih (Jumsih) di tiap kecamatan, desa/kelurahan," ujar dia.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemprov DKI siap tanggung pengobatan korban kericuhan

Komentar