counter

MotoGP

Alasan Zarco berpisah dengan KTM

Alasan Zarco berpisah dengan KTM

Pebalap Red Bull KTM asal Prancis Johann Zarco saat menjawab pertanyaan wartawan di Grand Prix Le Mans, Prancis, (16/5/2019). ANTARA/AFP/Jean-Francois Monier/aa. (AFP/JEAN-FRANCOIS MONIER)

Ini adalah bagian dari permainan
Jakarta (ANTARA) - Johann Zarco buka suara soal perpisahannya dengan KTM hingga digantikan oleh Mika Kallio sebelum musim MotoGP 2019 berakhir.

Pebalap asal Prancis itu berpisah lebih awal dengan tim Red Bull KTM Factory Racing walau pun keduanya masih memiliki kontrak hingga akhir musim ini.

KTM, pada Selasa, mengumumkan jika Kallio, yang merupakan pebalap uji KTM, akan menggantikan bangku Zarco hingga akhir musim.
 


Baca juga: KTM tunjuk Mika Kallio gantikan Johann Zarco di sisa musim

Baca juga: Zarco dan KTM pisah di akhir musim


"Setelah balapan di Misano aku fokus untuk datang ke Aragon untuk memaksa diriku sehingga bisa memberiku dan KTM hasil terbaik walau pun aku sudah bilang ke KTM jika aku akan berhenti tahun depan," kata Zarco seperti dilansir laman resmi MotoGP, Kamis.

Di tahun pertamanya bersama KTM, Zarco mengakui jika mengalami kesulitan adaptasi dengan mesin motor KTM RC16 dan belum pernah naik podium.

Namun, juara dunia Moto2 dua kali itu ingin tetap profesional hingga akhir kontraknya dengan tim pabrikan asal Austria itu.

"Selasa, aku mendapat panggilan dari KTM dan mereka jelaskan jika mereka lebih memilih untuk berhenti segera dan tidak mengakhiri musim ini denganku," kata Zarco.

"Aku memahaminya tapi susah untuk menerimanya. Aku ingin menunjukkan jika aku adalah pebalap profesional. Aku bisa bertahan hingga akhir dan tetap fokus tapi pada akhirnya aku tak bisa."
 
Johann Zarco. (motogp.teamtech3) (motogp.teamtech3/)


Baca juga: Espargaro start baris terdepan, KTM petik hasil positif di Misano

Kepergian Zarco cukup mengejutkan walau pun performanya musim ini hanya mampu membawanya di peringkat ke-17 di klasemen dengan mengemas hanya 27 poin sedangkan rekan satu timnya, Pol Espargaro di peringkat 11 dengan torehan 77 poin.

Zarco naik kasta ke MotoGP sebagai juara dunia Moto2 dua kali dan dipandang sebagai rival potensial untuk Marc Marquez dan Jorge Lorenzo.

Di tahun pertamanya di kelas premier bersama tim Tech 3 Yamaha pada 2017, dia finis peringkat keenam di klasemen dan mendapat gelar rookie terbaik tahun itu.

"Aku tak tahu harus berkata apa. Aku tak ingin bilang aku kecewa. Ini adalah bagian dari permainan. Sekarang aku bebas untuk menemukan kesempatan lain dan aku masih yakin aku bisa melakukan hal-hal yang hebat di MotoGP."

Untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir, Zarco hanya akan menikmati balapan dari televisi di rumahnya.

"Biasanya aku menuju Asia, ke Motegi, Phillip Island, Malaysia;Sepang, trek-trek yang aku sangat sukai dan selalu finis bagus di trek itu. Aku sekarang akan melihatnya dari TV dan akan sedikit aneh," kata Zarco yang masa depan membalapnya belum jelas itu.

Sementara itu, "aku hanya perlu tetap yakin, seperti yang aku bilang, aku akan menggunakan kesempatan ini untuk mempersiapkan diri lebih baik dari yang sekarang karena aku masih punya waktu hingga Maret untuk memperbaiki diri," kata dia.

Baca juga: Quartararo nantikan duel ulang dengan Marquez di Aragon

Baca juga:
MotoGP Aragon adalah teritori Marquez
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengamanan khusus untuk pembangunan sirkuit MotoGP

Komentar