counter

Pemkot Kupang segera pulangkan mantan PSK KD

Pemkot Kupang segera pulangkan mantan PSK KD

Dokumen - Para PSK KD menuntut penundaan penutupan lokalisasi tersebut yang direncanakan Wali Kota Kupang mulai 1 Januari 2018. ANTARA FOTO/HO

Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kupang, Nusa Tenggara Timur, mulai mempersiapkan pemulangan para mantan pekerja seks komersial Karang Dempel (PSK KD), setelah kawasan prostitusi terbesar di NTT itu resmi ditutup 1 Januari 2019.

"Kami sudah menggelar rapat koordinasi persiapan pemulangan para mantan PSK KD. Pemulangan para PSK dilakukan karena kawasan prostitusi KD sudah ditutup Pemerintah Kota Kupang pada 1 Januari 2019," kata Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kupang, Elvianus Wairata ketika ditemui di Kupang, Jumat.

Baca juga: 145 mantan PSK Karang Dempel segera dipulangkan

Elvianus Wairata mengatakan hal itu terkait hasil rapat koordinasi lintas sektor untuk pemulangan mantan PSK yang masih menempati lokasi prostitusi KD yang berada tidak jauh dari kawasan Pelabuhan Laut Tenau Kupang.

Lokalisasi KD sekitar 15 Km arah barat Kota Kupang itu merupakan lokalisasi terbesar di provinsi berbasis kepulauan ini yang di tempati ratusan PSK dari berbagai daerah di Tanah Air.

Baca juga: Lokalisasi Karang Dempel Kota Kupang resmi ditutup

Ia mengatakan, berdasarkan hasil rapat koordinasi yang diikuti berbagai pihak terkait telah menyepakati untuk segera memulangkan para mantan PSK di KD.

"Dinas Sosial Kota Kupang telah melakukan pendataan terhadap para mantan PSK yang segera dipulangkan itu. Para mantan PSK yang segera dipulangkan tercatat 68 orang. Para mantan PSK itu akan dipulangkan sesuai alamat kota asal PSK yang sudah dimiliki Dinas Sosial Kota Kupang," tegas Elvianus Wairata.

Dikatakannya, pemulang terhadap 68 orang PSK dilakukan secara bertahap mulai awal Oktober 2019.

"Pihak Kementerian Sosial akan hadir dalam acara pemulangan para mantan PSK KD pada awal Oktober 2019," tegas Elvianus Wairata.

 

Pewarta: Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar