counter

Panasonic Indonesia perluas ekspor mesin cuci hingga Taiwan

Panasonic Indonesia perluas ekspor mesin cuci hingga Taiwan

Preskom PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) Rachmat Gobel dan Dirjen Industri Logam Mesin Alat Angkut dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Harjanto berfoto bersama pimpinan PMI dan pekerja usai pelepasan ekspor perdana mesin cuci ke Taiwan, di Jakarta, Jumat. (ANTARA/Risbiani Fardaniah)

Jakarta (ANTARA) - PT Panasonic Manufacturing Indonesia memperluas ekspor mesin cuci dua tabung ke Taiwan, setelah selama ini mengekspor mesin cuci ke-9 negara.

"Ini merupakan ekspor perdana mesin cuci produksi PT Panasonic Manufacturing Indonesia untuk merek lain, Chimei, ke Taiwan," kata Preskom PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) Rachmat Gobel, di Jakarta, Jumat.

Selain mengekspor mesin cuci untuk merek Chimei yang merupakan produk Original Equipment Manufacturer (OEM), PT Panasonic Manufacturing Indonesia juga mengekspor mesin cuci dua tabung dengan merek Panasonic ke Taiwan.

Baca juga: Panasonic siapkan investasi baru, kembangkan industri pompa air

Kemampuan PT Panasonic Manufacturing Indonesia untuk memproduksi barang untuk merek lain dan mengekspornya, menurut Rachmat Gobel yang pernah menjadi menteri perdagangan, bisa menjadi salah satu alasan agar pemerintah melindungi industri elektronik dalam negeri agar lebih berkembang.

"Butuh konsistensi kebijakan untuk melindungi industri elektronik dalam negeri, terutama dari impor, agar pasar Indonesia yang besar bisa dimanfaatkan untuk pengembangan industri lebih masif lagi," kata Rachmat Gobel.

Presdir PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) Tomonobu Otsu menjelaskan unit bisnis mesin cuci berdiri sejak 1979 dan memproduksi mesin cuci semi otomatis dua tabung untuk pasar domestik dan ekspor.

Baca juga: Panasonic Indonesia incar produksi 35 juta pompa air pada 2021

"Selama ini kami sudah mengekspor mesin cuci Panasonic ke sembilan negara yaitu Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Oman, Qatar, Costa Rika, Singapura, Thailand, dan Malaysia," katanya pada pelepasan ekspor mesin cuci dua tabung ke Taiwan.

Direktur PMI Daniel Suhardiman menambahkan Taiwan merupakan negara ke-10 ekspor mesin cuci hasil produksi pabrik di Jalan Raya Bogor itu, dengan volume ekspor sebanyak 6.000 sampai 7.000 unit setahun, senilai sekitar satu juta dolar AS.

"Pabrik kami yang compact ini, saat ini memproduksi 20.000 mesin cuci per bulan," katanya.
 
Preskom PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) Rachmat Gobel dan Dirjen Industri Logam Mesin Alat Angkut dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Harjanto usai pelepasan ekspor perdana mesin cuci ke Taiwan, di Jakarta, Jumat. (ANTARA/Risbiani Fardaniah)


Sementara itu Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Harjanto yang hadir pada pelepasan ekspor perdana ke Taiwan itu mengharapkan Panasonic memperluas lagi pasar ekspor mesin cucinya, terutama ke negara-negara di Afrika.

"Industri elektronik defisitnya sangat besar. Dengan adanya ekspor ini bisa mengurangi defisit neraca perdagangan kita," katanya.

Pewarta: Risbiani Fardaniah
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar