counter

Tingkatkan konsumsi lada, ternyata ini manfaatnya

Tingkatkan konsumsi lada, ternyata ini manfaatnya

tanaman lada (Foto Antara/Marini Sipayung)

Hilirisasi menjadi penting agar ada diversifikasi produk turunan di pasar domestik dan global
Jakarta (ANTARA) - Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Arlinda mengatakan pihaknya mendukung berbagai upaya peningkatan konsumsi lada demi menyerap kelebihan suplai lada.

“Saat ini produksi lada global mengalami suplai yang melebihi permintaan. Untuk itu, negara anggota International Pepper Community (IPC) menggalang kerja sama melakukan promosi untuk meningkatkan konsumsi lada domestiknya demi menyerap kelebihan suplai,” ujar Arlinda lewat keterangannya di Jakarta, Jumat.

Pada  forum diskusi yang dihadiri wakil pemerintahan dari Kemendag dan Kementerian Pertanian (Kementan), akademisi Universitas Pertanian Bogor, dan pengusaha lada tersebut, Arlinda menjelaskan persoalan rendahnya harga perlu diatasi dengan upaya diplomasi oleh IPC, mengingat 73 persen suplai lada dunia berasal dari negara anggota IPC.

Menurut Direktur Perundingan APEC dan Organisasi Internasional Antonius Yudi Triantoro penciptaan permintaan  yang didukung kesiapan industri hilir dalam negeri adalah kunci. "Lada Indonesia baik yang dikonsumsi sendiri maupun diekspor masih banyak berbentuk butir. Hilirisasi menjadi penting agar ada diversifikasi produk turunan di pasar domestik dan global,” ujar Yudi.

Yudi melanjutkan salah satu cara menciptakan permintaan adalah dengan mengampanyekan manfaat lada bagi kesehatan yang hingga kini masih belum gencar dilakukan.

Secara ilmiah seperti riset Universitas Pertanian Bogor, lada terbukti memiliki dampak positif bagi kesehatan karena mengandung senyawa khas yang bermanfaat mencegah penuaan dini dan anti inflamasi.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Produk Ekspor Kemendag Ari Satria mengatakan pihaknya  akan membantu pemangku kepentingan dalam mempromosikan, membuat kemasan yang menarik, menciptakan merek (branding), sampai memasarkan produk, dan mematenkan hak kekayaan intelektual (HKI). "Ekspor lada kita pada 2018 yang bernilai 152,48 juta dolar AS sangat potensial ditingkatkan, tidak hanya ke negara tujuan utama, tetapi juga ke mitra dagang nontradisional lainnya,” ujarnya.

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia bebas minyak curah mulai 2020

Komentar