counter

Universal Music kenalkan dua divisi label baru

Universal Music kenalkan dua divisi label baru

Def Jam South East Asia. (HO)

Jakarta (ANTARA) - Universal Music Group (UMG) mengenalkan dua divisi label unggulan baru untuk pengembangan bakat musisi di kawasan Asia Tenggara.

Kedua label itu adalah Def Jam South East Asia yang berfokus pada musik hip-hop, dan Astralwerks Asia sebagai label modern dengan pendekatan artist-first yang memiliki fokus pengembangan bakat untuk genre musik elektronik.

“Ekspansi ini menunjukkan pentingnya Asia Tenggara dalam hal bakat musik dan peluang bisnis di masa depan. Kini musik lebih mudah diakses daripada sebelumnya, dan kami sangat yakin ada potensi terobosan regional dan global bagi para artis kami di masa depan,” kata Calvin Wong, CEO Universal Music South East Asia & SVP Asia, dalam keterangan pers yang diterima Antara, Jumat.

Baca juga: Industri musik tak pandang lokasi, walaupun ibu kota pindah

Baca juga: Indische Party bersiap tur Malaysia-Inggris-Belgia


UMG Asia Tenggara juga mengumumkan peluncuran Ingrooves dan Spinnup untuk memperluas jangkauan layanan pemasaran dan distribusi untuk mendukung artis independen, label, dan bakat di seluruh kawasan.

Selain itu, UMG juga mempercepat targetnya untuk menumbuhkan seluruh ekosistem musik di kawasan Asia Tenggara termasuk rekaman musik, penerbitan musik, produksi, live event, kemitraan merek dan upaya penjualan merchandise.

Perluasan ini akan memberikan para artis domestik akses unik ke infrastruktur dan jaringan global UMG di seluruh dunia

Untuk merayakan peluncuran itu, juga diumumkan musisi yang menjadi bagian Def Jam South East Asia. Mereka adalah Joe Flizzow (Malaysia), Daboyway (Thailand), Yung Raja (Singapura), Fariz Jabba (Singapura), ALIF (Singapura) & A.Nayaka (Indonesia).

Enam rapper terbesar dari kawasan ini yang diumumkan sebagai artis perdana untuk Def Jam South East Asia.

Baca juga: Kompetisi musik rock perebutkan rekaman di Sidney

Baca juga: Maliq & D'Essentials rekaman di Abbey Road, rayakan 17 tahun berkarya

Baca juga: Tulus rindu rekaman di studio

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar