Polisi segel dua perusahaan sawit di Kapuas Hulu

Polisi segel dua perusahaan sawit di Kapuas Hulu

Jajaran Polres Kapuas Hulu melakukan olah TKP dan penyegelan terhadap lahan PT Dinamika Multi Perkasa di Kecamatan Semitau, Kapuas Hulu Kalimantan Barat, terkait kebakaran hutan dan lahan. ANTARA/Timotius/am.

Putussibau, Kapuas Hulu (ANTARA) -
Jajaran Polres Kapuas Hulu Kalimantan Barat sudah melakukan penyegelan terhadap dua perusahaan sawit yang beroperasi di wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat.
 
Dua perusahaan perkebunan sawit tersebut yaitu PT Dinamika Multi Perkasa di Desa Kenepai, Kecamatan Semitau dan PT Pirmanusa Mitra Serasi di Dusun Pelentar Jaya, Desa Dangkan, Kecamatan Silat Hulu.

Baca juga: Dinkes Dharmasraya bagikan 17.300 masker untuk atasi asap karhutla
Baca juga: 80 persen lahan yang terbakar akan jadi kebun, kata Kepala BNPB
 
"Lahan yang terbakar itu milik warga tetapi berada dalam areal perizinan perkebunan kelapa sawit," kata Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Siswo Handoyo, melalui Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu, IPTU Siko, di Putussibau, Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu, Jumat.
 
Disampaikan Siko, untuk lahan pada PT Dinamika Mukti Perkasa ada dua hektar yang terbakar, sedangkan di PT Pirmanusa Mitra Serasi terdapat satu hektar lahan yang terbakar.
 
Menurut dia, penyegelan dua perusahaan perkebunan kelapa sawit itu untuk proses proses penyelidikan sehingga tidak boleh ada aktivitas apa pun para areal perusahaan yang terbakar.
 
" Kami memeriksa beberapa saksi baik itu dari warga, termasuk pihak perusahaan juga akan di periksa," ucap Siko.
 
Ditegaskan Siko, apabila terbukti ada pelaku pembakaran lahan di kawasan perkebunan kelapa sawit tersebut maka akan ditindak sesuai aturan berlaku.
 
" Kami tidak ada istilah tebang pilih, apabila terbukti melakukan pembakaran lahan yang bertentangan dengan Undang - Undang maka akan kami tindak tegas," kata Siko.

Baca juga: Kebakaran hutan di Gunung Semeru mengarah ke Blank 75
Baca juga: Walhi: Karhutla Riau ancam target penurunan emisi

Pewarta: Teofilusianto Timotius
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cara Gubernur Kalbar perangi karhutla dan korupsi - Wawancara Khusus

Komentar