counter

Energi terbersihkan ramaikan Aksi Jeda Untuk Iklim

Energi terbersihkan ramaikan Aksi Jeda Untuk Iklim

Orator berorasi menggunakan pengeras suara yang memakai listrik dari panel surya dalam aksi Jeda Untuk Iklim di Taman Aspirasi, Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/9/2019). ANTARA/Prisca Triferna/am.

Panel surya kami pasang untuk mushola, rencananya semua energi di pondok kami akan menggunakan energi bersih, energi terbarukan
Jakarta (ANTARA) - Aksi Jeda Untuk Iklim yang diramaikan oleh ratusan orang muda dilangsungkan seratus persen menggunakan energi bersih dan diwarnai dengan iringan mobil serta motor listrik

"Ini aksi yang mendukung pemerintah melakukan gerakan yang bisa menanggulangi krisis iklim. Jadi kami ingin menunjukkan masyarakat bisa menggunakan energi surya kenapa pemerintah tidak bisa," kata juru kampanye Greenpeace Satrio Swandiko dalam acara Jeda Untuk Iklim yang diadakan di Taman Aspirasi, Monas, Jakarta Pusat pada Jumat.

Dalam aksi iklim tersebut, pihak koordinator menggunakan pengeras suara yang menggunakan energi dari panel surya serta didampingi oleh mobil dan motor listrik.

Semua hal itu dilakukan untuk menunjukkan kepada pemerintah bahwa energi terbarukan merupakan hal yang terjangkau dan mendorong transisi ke energi yang lebih ramah lingkungan.

Investasi awal mungkin lebih mahal, ujar Satrio, tapi jika terus menunggu, dia mempertanyakan kapan transisi ke energi bersih dilakukan.

Baca juga: Aksi nyata kekang perubahan iklim diserukan kalangan santri

Baca juga: Aksi jeda iklim desak pemerintah akhiri kecanduan batu bara


Penggunaan energi bersih juga didukung oleh salah satu peserta aksi iklim, Syatori, pengurus PATWA Mertapada Cirebon yang datang bersama murid-muridnya dari Cirebon.

Menurutnya, penggunaan energi bersih adalah salah satu prioritas yang harus didorong. Dia berkaca dari pengalaman bahwa pesantrennya berada tidak jauh dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon.

Dampaknya, menurut Syatori, adalah udara yang panas, debu dimana-mana, dam beberapa anak yang menderita sakit seperti ISPA.

Di pesantrennya sendiri, Syatori dan rekan-rekannya sudah berusaha menggunakan energi baru dengan mengaliri listrik mushola memakai energi dari panel surya.

"Panel surya kami pasang untuk mushola, rencananya semua energi di pondok kami akan menggunakan energi bersih, energi terbarukan," kata Syatori dalam acara tersebut.

Jeda Untuk Iklim adalah aksi yang dilakukan mengikuti seruan remaja aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg, untuk melakukan aksi iklim guna menyadarkan pemerintah dan masyarakat mengenai urgensi pengendalian perubahan iklim dan dampaknya.

Dalam aksi Jeda Untuk Iklim Jakarta ratusan orang berarak dari Taman Cut Meutia menuju Balai Kota Jakarta hingga Taman Aspirasi yang berada di seberang Istana Negara.

Selain di Jakarta, aksi iklim dilakukan di 18 kota besar lain di Indonesia seperti Aceh, Pekanbaru, Palembang, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Denpasar, Palu, dan Kupang.*

Baca juga: Kaum muda peserta aksi iklim desak pemerintah kekang perubahan iklim

Baca juga: Generasi muda berunjuk rasa untuk urgensi kesadaran perubahan iklim

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Generasi muda aksi damai sikapi perubahan iklim

Komentar